Arema: RD Masih Nomor Satu

MALANG--Walau gagal merealisasikan target menjadi juara musim ini, posisi Pelatih Arema Cronous Rahmad Darmawan hampir dipastikan bakal aman. Pelatih yang kini tengah sibuk mengawal Tim Nasional (Timnas) U-23 setidaknya masih dipercaya kembali mengawal klub berjuluk Singo Edan di kompetisi unifikasi musim depan.

Masa depan pelatih bersapa RD ini sebelumnya memang dalam keraguan karena sebagian supporter Aremania kecewa timnya gagal memburu juara. Namun spekulasi tentang masa depan pelatih asal Lampung itu patah setelah pihak manajemen menyatakan dengan gamblang bakal mempertahankannya di Kanjuruhan.

CEO Arema Cronous Iwan Budianto mengatakan hingga kini tidak ada alasan bagi manajemen untuk mendepak pelatih yang pernah memberi gelar untuk Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC. Bahkan dia sangat yakin RD masih menjadi pelatih lokal nomor satu di seantero Nusantara dan kalibernya pantas untuk klub ambisius seperti Arema.

"Siapa pun tak akan ragu kalau Rahmad Darmawan adalah pelatih lokal terbaik di Indonesia, khususnya di kompetisi ISL. Kalau pelatih asing ada Jacksen Tiago. Jadi menurut saya Arema memiliki pelatiha yang bagus dan layak dipercaya kembali musim depan," terang pria yang pernah menjadi manajer Persik Kediri ini. 

Iwan juga membeberkan bahwa semusim di Arema belum bisa dijadikan parameter kegagalan RD secara mutlak. Lagipula Arema masih berpotensi merebut posisi runner up. Dikhawatirkan jika mengganti pelatih, maka kemapanan Singo Edan justru akan terganggu dengan sistem kepelatihan yang berbeda lagi.

"Semua harus yakin musim depan bakal jauh lebih baik dan Arema lebih tertata. Bagaimana pun ini musim pertama RD melatih Arema dan tentunya butuh proses untuk menjadi juara. Dengan persaingan yang semakin ketat musim depan, justru riskan kalau berganti-ganti pelatih," tambah CEO yang akrab disapa IB ini.

Rahmad Darmawan sendiri sepertinya duduk di kursi panas bahkan di tahun pertamanya di Stadion Kanjuruhan. Sejak masa pra musim tak sedikit Aremania yang mengkritik kinerjanya dengan berbagai alasan. Pemakaian mayoritas mantan pemain Pelita Jaya di tim Arema serta kegagalan bersaing dengan Persipura Jayapura menjadi alasan terkuat ketidakpuasan supporter.

Sementara itu, dari sisi komersial, Arema menargetkan ada peningkatan signifikan dari sponsor yang menjadi penyokong dana klub. Selain mencari sponsor baru, klub juara ISL 2009-2010 ini berupaya 'mengangkut' sponsor yang sebelumnya pernah bekerjasama dengan Pelita Jaya sebelum bersatu dengan Arema.

Ada sejumlah sponsor yang memiliki potensi bergabung ke Kanjuruhan, salah satunya operator seluler Esia dan sejumlah perusahaan grup Bakrie. Anker Sport yang menjadi sponsor utama Arema Cronous musim ini tak lain juga mantan sponsor Pelita Jaya, walau bukan grup Bakrie.

"Ada kemungkinan seperti itu. Sejumlah sponsor yang dulu bekerjasama dengan Pelita, bisa saja bergabung dengan Arema dan kami menjajaki kemungkinan itu. Yang pasti kami akan merangkul sebanyak mungkin sponsor karena budget untuk musim depan diperkirakan meningkat," tandas Iwan Budianto. (Kukuh Setiawan/Koran SI/min)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/07/24/49/841548/arema-rd-masih-nomor-satu