Djanur Nilai Barito Putra tidak Istimewa

BANDUNG – Persib Bandung berambisi membawa pulang enam poin dari tur Kalimantan. Di sana, Atep dkk akan berhadapan dengan Barito Putra di Stadion Demang Lehman Martapura, Jumat (26/7); dan Persiba Balikpapan pada Selasa (30/7).

Dari dua calon lawan tersebut, Barito Putra merupakan tim kuda hitam yang di atas kertas sulit dikalahkan. Catatan itu membuat Laskar Antasari bertahan di peringkat enam klasemen sementara. Hingga laga ke 29, mereka berhasil mengumpulkan 48 poin; hasil dari 14 kali menang, enam seri, dan sembilan kali menelan kekalahan. Posisi tersebut tentu merupakan hal luar biasa bagi skuad yang berstatuskan tim promosi.

Pangeran Biru juga wajib mewaspadai tren positif calon lawannya. Di lima pertandingan terakhir, Barito Putra meraih dua hasil seri, satu kali kalah, dan dua kemenangan, termasuk kemenangan kontra pemuncak klasemen Persipura Jayapura.

Meski begitu, Pelatih Persib Djadjang 'Djanur' Nurdjaman berpendapat permainan Barito Putra tidak berbeda dengan tim papan tengah lainnya. Hasil mentereng di sejumlah pertandingan kandang mereka lebih disebabkan faktor keberuntungan.

Mantan pelatih Pelita Jaya U-21 ini menyebut laga kontra Persipura sebagai contoh. Saat itu, skuad asuhan Salahudin sukses menghadiahkan kekalahan pertama musim ini bagi tim Mutiara Hitam. Skor 1-0 menjadi kedudukan akhir pertandingan tersebut.

Namun secara permainan, ucap Djanur, Persipura yang dihuni para pemain bintang tentu lebih mendominasi. Hanya saja, skema bertahan tuan rumah berhasil membuat lini depan Mutiara Hitam frustasi. Gol semata wayang Barito Putra di laga itu pun lahir karena gol bunuh diri defender Persipura, Oktavia Dutra.

"Permainan Barito Putra sebenarnya tidak terlalu istimewa. Tapi hasil akhir dari pertandingan yang mereka lakoni memang selalu bagus. Mungkin ada faktor keberuntungan atau hal-hal lain di luar teknis pemain. Ya begitulah sepakbola," ucap Djanur.
(Gugum Rachmat/Koran SI/rin)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/07/21/49/840244/djanur-nilai-barito-putra-tidak-istimewa