Hadapi Persidafon, Persela Genggam Keuntungan

JAYAPURA - Tendangan penalti akhir-akhir ini membuat Persela Lamongan trauma. Empat angka hilang setelah gagal menang di dua pertandingan dan tendangan penalti sebagai biangnya. Inilah yang akan diantisipasi Persela jelang pertandingan kontra Persidafon Dafonsoro, Selasa (23/7), di Stadion Mandala, Jayapura.

Persela memiliki kesempatan untuk mendapatkan hasil lebih bagus jika melihat bobot lawan yang bakal dihadapi. Persidafon menjadi tim terburuk dari Papua saat ini dan masih berkutat di zona degradasi. Keuntungan pun mutlak berada dalam genggaman Khoirul Huda gkk.

Secara teknis Persela lebih unggul dibanding Persidafon yang menjadi bulan-bulanan kontestan lain Indonesia Super League (ISL). Dari aspek non-teknis, Laskar Joko Tingkir juga diuntungkan dengan dipindahnya venue pertandingan ke Stadion Mandala, Jayapura, yang bisa bermakna sebagai tempat netral.

Hasil pertandingan sebelumnya kala menahan imbang Persiram Raja Ampat 1-1 juga menjaga mental dan kepercayaan diri tim Biru Laut di laga tandang. Secara umum Persela diprediksi bisa mendapatkan tiga angka jika skenario berjalan normal tanpa gangguan dari aspek lain.

Masalahnya, keuntungan itu tidak akan banyak berguna jika kepemimpinan wasit terlalu banyak mengobral keputusan kontroversial. Layak jika Persela berharap sang pengadil di laga kontra Persidafon bisa lebih objektif dan jeli dalam mengawal pertandingan di lapangan.

Selain itu, tim asuhan Pelatih Caretaker Didik Ludiyanto juga mengantisipasi kemungkinan penalti dengan permainan lebih rapi walau itu tetap sulit. "Saya lebih suka bermain normal dan tidak terbebani kepemimpinan wasit. Tapi memang kami harus lebih waspada dan sedikit berhati-hati untuk menghindari kemungkinan negatif," jelas Didik Ludiyanto, dihubungi Minggu (21/7).

Kendati menggenggam sejumlah keunggulan, mantan pelatih Persela U-21 ini tidak mau pemainnya sudah merasa menang sebelum pertandingan. Sebab dia sangat yakin Persidafon bakal melakukan berbagai cara untuk menang demi menyelamatkan posisi mereka di tebing degradasi.

"Persidafon posisinya kini kurang bagus dan tentunya akan berniat mengalahkan Persela untuk bisa mentas dari posisi degradasi. Mereka masih di papan bawah ketika kompetisi sudah memasuki akhir musim. Jadi kami harus lebih waspada," kata Didik memperingatkan pasukannya.

Ungkapan Didik ada benarnya. Persidafon kini sedang pontang-panting mencari tambahan angka agar bisa tetap bermain di kompetisi level satu musim depan. Pergantian pelatih dari Ernest Pahelerang ke Agus Yuwono juga belum mengangkat performa secara signifikan.

Terakhir malah dibantai Persipura Jayapura 8-1 dan takluk di markas Persiwa Wamena. Pelatih Agus Yuwono mengatakan pertandingan lawan Persela coba dimanfaatkan untuk mendatangkan kemenangan. "Target menang. Kami masih butuh banyak poin," katanya lugas.

Mantan pelatih Persik Kediri ini mendapat beban berat karena ditugasi menyelamatkan Persidafon yang kondisinya tengah keropos. "Paling realistis adalah memanfaatkan laga kandang. Walau lawan Persela tidak di stadion sendiri, paling tidak pemain masih merasa bermain di Papua," tukasnya. (Kukuh Setiawan/Koran SI/acf)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/07/22/49/840319/hadapi-persidafon-persela-genggam-keuntungan