Persik Tak Bisa Lagi Jumawa

KEDIRI - Persik Kediri akhirnya mengalami kekalahan pertamanya musim ini. Rentetan rekor memukau tim berjuluk Macan Putih terhenti di kandang PSCS Cilacap dengan kekalahan tipis 1-0, Senin (8/7). Ini kekalahan pertama Persik sejak ditangani pelatih Aris Budi Sulistyo.
 
Kekalahan dari PSCS terbilang wajar karena Persik tampil dengan sepuluh orang sejak babak pertama setelah Khusnul Yuli dikartu merah wasit. Sudah begitu wasit memberikan tendangan penalti untuk PSCS. Dengan hasil ini, persaingan di Grup A babak 12 besa Divisi Utama semakin ketat.
 
Sebab pada partai lainnya Perseta Tulungagung menahan imbang Persisko Tanjabar, sehingga perolehan poin terbilang ketat. Persik masih berada di pucuk klasemen dengan perolehan 6 angka, sama dengan koleksi PSCS Cilacap. Sedangkan Perseta di urutan ketiga dengan empat poin.
 
Persisko yang baru mendapat satu angka, berada di posisi buncit dan nyaris tak memiliki peluang lolos kecuali memenangi semua laga sisa. Rapatnya angka ketiga klub membuat Persik tidak bisa lagi jumawa di babak 12 besar. Mau tidak mau mereka harus menyelesaikan pertandingan sisa dengan kemenangan.
 
Momen krusial terjadi kala Persik berkunjung ke markas Perseta Tulungagung pada Agustus mendatang. Jika bisa mengambil angka absolut, maka Macan Putih bakal lebih ringan di dua pertandingan kandang terakhir lawan Persisko dan PSCS Cilacap.
 
"Pertandingan di kandang PSCS cukup berat, apalagi harus bermain dengan 10 pemain ketika ketinggalan 1-0. Semula kami ingin mengambil hasil imbang dan bermain bagus walau kekuatan berkurang, tapi memang Persik sudah waktunya mendapat kekalahan," ujar Pelatih Persik Aris Budi Sulistyo.
 
Walau pulang dari Cilacap dengan tengah hampa, dia masih berpikir positif dan berharap pemain merespons dengan benar. Artinya, kekalahan itu menjadi pelajaran bahwa persaingan di babak 12 besar tidak sama dengan fase grup sebelumnya dan membutuhkan kerja jauh lebih keras.
 
"Dengan begini tim mulai paham bahwa persaingan sangat berat karena semua kontestan memiliki kekuatan merata. Persik tidak terlalu down dengan kekalahan ini karena sudah bermain bagus. Sekarang tinggal bagaimana kami membalikkan kekalahan ini di pertandingan berikutnya," tambah Aris.
 
Diakuinya, masih menyimpan dua pertandingan kandang di akhir babak 12 besar memberi sedikit keuntungan bagi Macan Putih. Tapi dia mengingatkan bahwa pertandingan kandang tidak akan memberikan benefit apa pun jika performa tim tidak mengalami peningkatan.
 
Sementara, setelah menuntaskan putaran pertama babak 12 besar, Persik bakal libur sebulan lebih selama bulan Ramadan. Sebab pertandingan putaran kedua lawan Perseta Tulungagung baru dihelat pada 19 Agustus mendatang. Kini tugas pelatih adalah menjaga performa tim selama libur panjang.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/fit)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/07/09/49/834329/persik-tak-bisa-lagi-jumawa