"Scudetto di Musim Ketiga Bermakna Sejarah"

TURIN – Juventus pada musim mendatang akan tetap serius dalam mengarungi kompetisi Serie A. Hal ini tak lepas dari upaya Antonio Conte untuk mencetak sejarah, dengan meraih hattrick scudetto.
 
Namun, pelatih berusia 43 tahun itu yakin, Serie A tidaklah mudah untuk diarungi, apalagi para pesaing mereka kini juga semakin matang. Seperti AC Milan dengan duet Mario Balotelli dan Stephan El Shaarawy, serta Napoli yang kini dilatih Rafael Benitez, yang sukses membawa Chelsea meraih Europa League.
 
"Kami memulai musim ketiga ini setelah dua musim yang luar biasa. Memenangkan di tahun ketiga akan bermakna sejarah. Tapi kami tahu ini akan berjalan sulit untuk diulang. Jika kami kerja keras, kami bisa membuat sejarah," ucap Conte, seperti dilansir Football-Italia, Jumat (12/7/2013).
 
"Selain ada yang datang dan pergi, yang terpenting adalah memiliki keinginan untuk menang. Dalam dua musim terakhir, kami telah menulis bagian penting dalam sejarah klub. Kami kembali ke ciri khas yang selalu diinginkan Juventus," sambungnya.
 
"Tapi masa lalu tak berarti apa-apa sekarang. Kami harus mempertimbangkan apa yang telah kami lakukan dalam beberapa tahun terakhir ini, tapi jika tidak ada kerendahan hati, maka kami tak akan bisa mencapai apa-apa," tegas Conte.
 
Pelatih yang juga pernah menjadi pemain Juve ini, datang ke Turin pada musim 2011/2012, menggantikan Luigi Del Neri. Conte sukses mendatangkan beberapa trofi, di antaranya dua kali scudetto dan sebuah piala Super Italia.
(fir)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/07/12/47/835728/scudetto-di-musim-ketiga-bermakna-sejarah