Ujian Persela di Bulan Puasa

LAMONGAN – Persela Lamongan tak hanya mendapat ujian lapar dan dahaga di bulan puasa. Jika tim lain banyak yang meliburkan tim selama awal bulan puasa, tak demikian dengan mereka. Tim kebanggaan Kota Soto nyaris tidak ada waktu untuk berlibur dan malah menghadapi ujian berat karena harus menjalani jadwal neraka sepanjang bulan Juli.
 
Persela harus melakoni tiga pertandingan away secara berturut-turut, yakni menghadapi Sriwijaya FC (11/7/2013), Persiram Raja Ampat (19/7/2013), serta Persidafon (23/7/2013). Sebuah tugas yang sangat berat bagi Gustavo Lopez dkk setelah menuai hasil mengecewakan saat ditahan Barito Putra di Madiun.
 
Menghadapi Sriwijaya FC jelas sangat sulit untuk mendapatkan angka jika melihat grafik pertandingan kandang tim asal Palembang itu. Sementara perjalanan ke Papua tak kalah beratnya karena perjalanan jauh selama bulan puasa, terutama Persiram yang kini berada di posisi delapan klasemen sementara ISL.
 
Pihak Persela mengakui bertanding di luar kandang berturut-turut selama bulan puasa menjadi salah satu fase terberat Laskar Joko Tingkir. "Benar, pertandingan bulan Juli akan sangat berat karena semuanya dilakukan di luar kandang. Apalagi bertepatan dengan bulan puasa," ucap Manajer Persela Debby Kurniawan.
 
"Namun manajemen percaya staf pelatih bisa mempersiapkan pertandingan itu sebaik-baiknya. Untuk target, tetap ingin mendapatkan angka di tiap pertandingan," tambahnya. Dia mengakui Persela idealnya mendapat kemenangan saat menghadapi Barito Putra.
 
Paling tidak sebuah kemenangan akan menjadi modal untuk 'tur neraka'. Sayang Gustavo Lopez hanya mampu mempersembahkan satu angka. "Sekarang tergantung tim sendiri bagaimana merespons hasil di Madiun. Saya pribadi masih optimistis pemain bisa bangkit," terang Debby.
 
Pertandingan kontra Barito yang berakhir imbang tanpa gol, menjadi salah satu laga paling membuat frustrasi. Bagaimana tidak, sebelumnya Persela mampu merontokkan Persiba Balikpapan dengan lima gol. Nyatanya lawan Barito tak satu gol pun dicetak walau memiliki banyak peluang.
 
Grafik 'Yo-Yo' alias naik turun menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pelatih Caretaker Didik Ludiyanto. Di enam pertandingan sebelumnya, Persela tidak mampu melanjutkan kemenangan secara beruntun. Kondisi di Madiun sama persis seperti laga kandang dua pekan sebelumnya.
 
Persela pernah menggemparkan kompetisi ISL karena mencatat rekor kemenangan terbesar, yakni 9-1 atas PSPS Pekanbaru di Stadion Surajaya, Lamongan. Tapi, apa yang terjadi selanjutnya? Persela kehabisan energi dan hanya mampu bermain imbang lawan Persija.
 
Kondisi yang sama dialami ketika bertanding di Stadion Wilis, Madiun, markas sementara tim Biru Laut. Mengobral lima gol ke gawang Persiba Balikpapan, di laga berikutnya kembali gagal. Sebuah statistik yang kurang menggembirakan bagi tim asal pantai utara Jawa Timur.
 
Kini Persela Lamongan berada di peringkat 10 klasemen sementara ISL dengan 33 angka. Posisi tersebut masih sangat rawan terdongkel tim lain jika tidak berhasil mendapatkan angka di tiga pertandingan away nanti.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/fir)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/07/07/49/833234/ujian-persela-di-bulan-puasa