Bobotoh Akhirnya Boleh Hadir

SLEMAN - Laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta akhirnya boleh disaksikan kedua kubu supporter. Keputusan tersebut lahir setelah adanya pertemuan antara perwakilan The Jakmania dan Viking Persib Club di Hotel Hyatt, Yogyakarta, Selasa (27/8/2013).

Dalam pertemuan yang digelar hingga malam tersebut, hadir sebagai saksi perwakilan enam kelompok Yogyakarta dan sekitarnya. Yaitu Slemania, Brigata Curva Sud (BCS), Maident, Brajamusti, Paserbumi, dan Pasoepati Curva Nord Familia. Hadir pula Kapolres Sleman AKBP Herry Sutrisman dan perwakilan manajemen Persib serta Persija.

Dalam pertemuan tersebut, muncul keputusan antara lain; supporter kedua kesebelasan dibolehkan menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion Maguwoharjo, Sleman. Namun, baik pendukung Persib maupun Persija dilarang menggunakan atribut tim kebanggaan masing-masing. Kedua kubu juga diharuskan menjaga sikap, kultur, budaya Yogyakarta, serta dilarang melakukan tindakan anarkistis baik sebelum, selama, maupun setelah menyaksikan pertandingan.

Kesepakatan semua pihak yang bertemu dituangkan dalam surat pernyataan bersama. Pada akhir surat, tertera tanda tangan Ketua Viking Persib Club, Heru Joko; Ketua The Jakmania, Larrico Ranggamune; Kapolres Sleman, AKBP Herry Sutrisman; Perwakilan Manajer Persija, Boby Kusumahadi; Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar; dan Koordinator Panpel Pertandingan, Wahyudi Kurniawan.

"Alhamdulillah Bobotoh diizinkan menyaksikan pertandingan oleh kepolisian setempat meski tanpa atribut. Semoga dukungan yang nanti diberikan Bobotoh bisa memberi pengaruh besar bagi Persib karena ini pertandingan yang sangat penting," kata Heru Joko.

Dia menyebut, dari Bandung sudah berangkat sejumlah Bobotoh yang dikoordinasi oleh Viking, menggunakan sekitar tiga puluh bus. Selain itu, terdapat pula Bobotoh lain yang menyusul untuk menempuh perjalanan ke Sleman. (Gugum Rachmat/Koran SI/dit)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/08/28/49/856578/bobotoh-akhirnya-boleh-hadir