Fenomena Klub Kembar Kembali Hadir

BOJONEGORO - Fenonema klub kembar tampaknya menjadi budaya yang belum punah di Jawa Timur. Setelah musim lalu ada dua klub yang mempunyai saudara kembar yakni Arema FC dan Persebaya Surabaya, kini Persibo Bojonegoro terancam mengalami nasib serupa dengan adanya rencana pembentukan Persibo 1949.
 
Persibo versi baru ini dibentuk atas prakarsa Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kabupaten Bojonegoro dan sudah dalam tahap seleksi pemain. Rencananya Persibo 1949 bakal di-launching dalam waktu dekat dan diproyeksikan untuk kompetisi amatir alias Divisi III.
 
Hanya saja, munculnya Persibo 1949 bukan berawal dari sebuah sengketa di internal klub seperti yang pernah terjadi di Arema dan Persebaya. Persibo 1949 memang sengaja dilahirkan dengan tujuan menjadi wadah bagi klub-klub amatir di bawah naungan Pengcab PSSI Bojonegoro.
 
Beragam opini pun mencuat dengan munculnya Persibo versi baru tersebut. Boromania, supporter Persibo, jelas was-was karena dikhawatirkan lahirnya Persibo 1949 sengaja untuk menyaingi Persibo yang sekarang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) dan tak kunjung reda diempas krisis finansial.
 
Apalagi Persibo Bojonegoro dan Persibo 1949 berasal dari silsilah yang berbeda. Persibo Bojonegoro hingga kini berafiliasi pada PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), sedangkan Persibo 1949 berada di jalur PT Liga Indonesia (LI). Namun pihak Persibo 1949 menampik terbentuknya klub tersebut merupakan sebuah upaya untuk menyaingi Persibo Bojonegoro.
 
Pelatih Persibo 1949 Gatut A Amansari mengatakan tim yang kini diseleksinya berbeda jalur dengan Persibo Bojonegoro. "Kami adalah tim amatir yang akan bertanding di Divisi III, sedangkan Persibo Bojonegoro merupakan klub profesional. Jadi sangat jauh bedanya," tukas Gatut.
 
Persoalannya, nasib Persibo Bojonegoro sendiri di kompetisi nasional musim depan juga belum jelas. Sekadar membaca kemungkinan, kedua klub bisa saja berada di kompetisi yang sama musim depan, karena Laskar Angling Dharma belum diputuskan statusnya di kompetisi unifikasi pada 2014 nanti.
 
Persibo yang kini berlaga di IPL, kemungkinan tidak mendapatkan pengampunan sanksi dari PSSI dan diharuskan mengikuti kompetisi Divisi III. Itu sesuai hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 17 Maret silam. Jika itu terjadi, maka Persibo Bojonegoro dan Persibo 1949 akan berada di kompetisi yang sama.
 
Tapi tampaknya kemungkinan di atas tak menjadi halangan bagi Pengcab PSSI Bojonegoro untuk terus membentuk tim dan meresmikannya dalam waktu dekat. "Saya belum paham kapan dilakukan launching. Yang jelas saya harus mencari 25 pemain dulu sebelum tim ini diresmikan. Sampai sekarang semuanya dalam tahap seleksi," tambahnya.
 
Kendati sudah dijelaskan bahwa Persibo 1949 dibentuk bukan untuk menyaingi Persibo Bojonegoro, namun suporter Boromania tetap tidak nyaman. Ada Boromania yang merasa curiga pembentukan Persibo 1949 itu untuk 'menghabisi' Laskar Angling Dharma.
 
"Saya curiga ada skenario khusus ke arah sana. Apalagi Persibo Bojonegoro setelah ini diputuskan berlaga di kompetisi amatir. Bisa saja Pengcab PSSI yang berada di pihak La Nyalla Matalitti sengaja memunculkan klub baru untuk menggantikan Persibo, yakni Persibo 1949. Ini seperti yang terlihat di Persebaya Surabaya," cetus Reza Pahlevi, salah satu Boromania.
 
Jika tidak ada skenario tertentu, lanjut dia, tentunya semua pihak di Kota Ledre bakal bersama-sama mencari solusi untuk menyelamatkan Persibo Bojonegoro yang hingga saat ini krisis finansial, bukan malah membentuk klub baru.
 
"Lihat saja nanti. Kalau saya pribadi memprediksi ada maksud tertentu di balik pembentukan Persibo 1949," tandasnya.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/rin)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/08/04/49/847460/fenomena-klub-kembar-kembali-hadir