Ranieri Sayangkan Performa Timnya pada Babak Kedua

MONACO - AS Monaco meraih hasil kurang memuaskan tatkala ditahan imbang 0-0 oleh Toulouse pada pertandingan lanjutan Ligue 1, dini hari tadi. Pelatih Les Rouge et Blanc, Claudio Ranieri mengatakan mengaku kecewa karena anak asuhnya cenderung bermain individualistis pada babak kedua.
 
Pada pertandingan yang dihelat di Stade Louis II tersebut, Monaco sesungguhnya mendominasi jalannya pertandingan dan memiliki beberapa peluang berbahaya. Namun, ketidak tenangan para penyerang Monaco, ditambah rapatnya barisan pertahanan Toulouse membuat tim promosi itu tak mampu menyarangkan gol dan harus puas mendapat satu poin.
 
"Sepanjang babak pertama, kami bermain sebagai tim, di mana sisi sebelah kiri, kanan, dan semuanya berjalan dengan baik. Sedangkan pada babak kedua, para pemain ingin men-dribble (bola). Mereka ingin melakukan sesuatu yang ekstra, lebih dari kebutuhan tim," ujar Ranieri, seperti dilansir Soccerway, Sabtu (24/8/2013).
 
Pada laga tersebut, Monaco terpaksa bermain tanpa disaksikan oleh para pendukungnya lantaran menerima hukuman atas peristiwa akhir musim lalu, adanya kembang api di stadion saat perayaan gelar juara Ligue 2. Ranieri mengatakan kalau ketidak hadiran penonton menjadi salah satu penyebab timnya tak mampu bermain optimal.
 
"Tanpa adanya atmosfer dan fans, sangat sulit untuk bermain. Karena, para pemain terbiasa bermain dengan mendapat dukungan. Jadi tanpa mereka, segalanya sulit. Mereka membantu kami," tutup pelatih berusia 61 tahun yang pernah melatih Chelsea, Juventus, dan Inter Milan tersebut.
 
Hasil imbang tersebut sebenarnya cukup untuk membawa Monaco menempati puncak klasemen Ligue 1, setelah pada dua pertandingan sebelumnya mampu meraih poin penuh. Namun, Les Rouge et Blanc masih mungkin disalip oleh tiga tim di bawahnya, Lyon, Marseille, Saint-Etienne yang baru akan bermain beberapa hari ke depan.

(dit)
source : http://bola.okezone.com/read/2013/08/24/50/854841/ranieri-sayangkan-performa-timnya-pada-babak-kedua