Terbang ke Bulan dari Titik Nadir

PRAHA – Andai Chelsea yang merengkuh gelar Piala Super Eropa dini hari tadi, mungkin nama Petr Cech yang akan keluar sebagai man of the match. Namun lantaran Bayern Munich yang menang, Franck Ribéry-lah yang terbilang paling pantas menyandang status tersebut.
 
Sepanjang laga, Ribéry tak henti-hentinya menelurkan ancaman dari lini tengah untuk kemudian dikonversi personel lini gedor Bayern hingga akhirnya, mampu menang lewat adu penalti (5-4) usai dua kali 45 menit plus dua kali babak extra-time, hanya menghasilkan skor imbang 2-2.
 
Winger asal Prancis itu merasa bak terbang ke bulan karena saking bahagianya meraih gelar perdana untuk timnya musim ini, dengan berpeluh keringat selama 120 menit, saling serang di lapangan. Trofi itu pun ingin dipersembahkan Ribéry kepada pelatih barunya, Josep Guardiola yang punya beban berat warisan kejayaan peninggalan Jupp Heynckes musim lalu.
 
"Saya merasa seperti terbang ke bulan malam ini. Kami bermain selama 120 menit harus melewati babak adu penalti. Saya bahagia untuk tim dan juga pelatih. Gelar ini spesial untuknya, terutama melihat persaingannya dengan Jose Mourinho. Tapi jujur saja, kami merasa beruntung di akhir laga," tutur Ribéry, seperti dilansir UEFA.com, Sabtu (31/8/2013).
 
"Kemenangan yang penting untuk Guardiola. Kami memenangkan segalanya tahun lalu dan tak mudah untuknya mengikuti jejak (Heynckes). Segenap tim merasakan tekanan tapi tekanan itu lebih berat untuk pelatih. Gelar ini membantu dan memberi kami dorongan yang kami butuhkan. Dia pelatih hebat yang melakukan pekerjaan ular biasa dan kami bahagia untuknya," lanjutnya.
 
Yang jelas, sebelum Ribéry bisa "terbang ke bulan" untuk mempesembahkan gelar Piala Super Eropa itu untuk Guardiola, Die Roten lebih dulu berjibaku – bahkan hingga akhir babak tambahan waktu kedua.
 
Ketika The Blues memimpin di 15 menit pertama, Bayern kalang-kabut dan secara sporadis, terus menggebrak pertahanan solid Chelsea demi memperpanjang napas mereka ke babak adu penalti. Ketika injury time di babak tambahan kedua tinggal menyisakan beberapa detik, Javi Martínez datang dengan golnya untuk comeback dari titik nadir itu.
 
"Kami bersyukur bisa menang pada akhirnya meski harus melalui kerja keras yang ekstra. Tim menunjukkan keberanian yang luar biasa. Kami terus berusaha bangkit di saat-saat nadir, tapi kami punya keinginan kuat untuk menang dan itu hal yang amat positif," timpal torwart (kiper) Bayern, Manuel Neuer.
 
"Kali ini, bukan Chelsea yang menang adu penalti, tapi kami. Kami bersyukur pada akhirnya bisa menang. Senang rasanya bisa memberi kontribusi untuk kemenangan kami pada babak adu penalti," pungkas garda gawang kelahiran Gelsenkirchen 27 tahun silam itu.
(raw)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/08/31/50/858687/terbang-ke-bulan-dari-titik-nadir