Timnas Matangkan Shahar

BANDUNG – Penjaga gawang muda Persib Bandung, Shahar Ginanjar mengaku
banyak mendapat pelajaran dari seleksi Tim Nasional U23. Penampilannya di pertandingan kontra Persidafon Dafonsoro yang berakhir 2-1 menjadi buktinya.

Pada laga yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (20/8/2013) tersebut, Shahar sebenarnya tidak disiapkan sebagai kiper utama. Seperti biasa, dalam starting line up, tertulis nama I Made Wirawan sebagai sosok yang berperan di bawah mistar gawang.

Namun dalam sesi pemanasan sebelum pertandingan dimulai, kiper asal Bali itu mengalami cedera. Made pun harus ditarik keluar untuk mendapat perawatan dari tim dokter Persib, dan urung tampil di hadapan puluhan ribu Bobotoh.

Praktis, Shahar yang mulanya hanya akan duduk di bench pemain, tampil sebagai penjaga gawang utama. Sedangkan posisi kiper cadangan diberikan pada Cecep Supriatna yang juga mendadak melakukan pemanasan.

Meski tampilnya Shahar bermula dengan insiden kecil, performa dia di lapangan cukup memuaskan. Beberapa kali pria asal Purwakarta ini mementahkan bola yang mengarah ke gawag Persib. Aksinya dimulai pada menit sebelas saat mampu menepis tendangan keras David Laly yang hampir lolos dari kawalan Supardi dkk.  Setelah itu, sejumlah tendangan pemain Persidafon juga berhasil diamankan Shahar.

"Apapun bisa terjadi dalam sebuah pertandingan, termasuk insiden cederanya pemain di saat yang tidak diduga-duga. Dan ternyata itu terjadi pada Made. Saya langsung disiapkan untuk main, padahal awalnya tidak. Mungkin ada pengaruh dari pemusatan latihan di Timnas juga, sehingga kepercayaan diri saya meningkat dan tidak terlalu kaget saat mendadak ditunjuk oleh tim pelatih," ucap pria berusia 23 tahun ini.

Meski begitu, Shahar menolak jika penampilannya disebut gemilang. Gol Persidafon di menit injury time dianggapnya sebagai sebuah noda. Usai laga, mantan penjaga gawang Pelita Jaya ini pun tampak menyesali satu gol lawan yang sebenarnya tidak perlu.

Saat itu, lini belakang Persib tampak kehilanga fokus hingga membiarkan Precius tanpa pengawalan di kontak penalty Pangeran Biru. Pemain yang sebenarnya berposisi sebagai defender itu pun melepaskan tendangan keras yang tak mampu dijangkau Shahar.

"Kalau dibilang gemilang, saya rasa tidak. Saya menganggap gol itu sebagai kesalahan saya pribadi, murni. Saya juga ingin meminta maaf pada Bobotoh dengan hal itu. Bagi saya, seorag penjaga gawang tampil gemilang jika tidak kebobolan, dan tidak melakukan kesalahan fatal," tuturnya.

Meski merasa tidak tampil maksimal, pujian tetap terlontar dari tim pelatih. Menurut Pelatih Djadjang 'Djanur' Nurdjaman, hal yang patut diapresiasi dari penjaga gawag asal Purwakarta ini adalah peningkatan mental bertanding Shahar di usia muda. Menurutnya, mempersiapkan kepercayaan diri dalam kondisi mendadak adalah hal sulit bagi sebagian pemain.

"Shahar tampil cukup bagus. Awalnya memang Made yang disiapkan, tapi ternyata ada insiden. Kuku jempol kanan Made pecah saat sesi pemanasan. Itu berarti Shahar mempersiapkan diri secara mendadak, dan saya apresiasi penampilan dia," kata Djanur. (Gugum Rachmat/Koran SI/min)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/08/23/49/854189/timnas-matangkan-shahar