Angkat Topi & Catatan Kecil untuk "Pemain ke-12"

JAKARTA - Ada pemandangan berbeda saat Tim Nasional (Timnas) U-19 berlaga di AFF Cup U-19. Hal tersebut lantaran akurnya puluhan ribu suporter dari berbagai macam klub di Indonesia, di dalam Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
 
Sang arsitek Timnas U-19 Indra Sjafri angkat topi dengan kekompakan suporter. Dia menganggap nasionalisme telah mengubur semua permusuhan yang ada pada suporter klub di Tanah Air.
 
"Kemarin saya bersyukur enggak ada tawuran," ujar Indra, saat berkunjung ke Redaksi Okezone, Selasa (24/9/2013).
 
Indra menuturkan perjuangan "pemain ke-12" yang tak henti bernyanyi dan beratraksi di Stadion, otomatis memompa semangat para punggawa Garuda Jaya, julukan Timnas U-19. "Keberadaan suporter sangat memompa semangat anak-anak," singkatnya.
 
Namun ada catatan kecil dari pelatih kelahiran Sumatera Barat ini, dia menyayangkan sikap suporter Garuda yang berteriak, saat lagu kebangsaan negara lain berkumandang.
 
"Sayangnya suporter kita enggak belajar. Saat lagu kebangsaan lain, terus kita teriak-teriak. Padahal kita kalau keluar negeri bertanding enggak pernah ada perlakuan seperti itu," tutupnya.
 
Insiden kericuhan kerap menjadi berita hangat saat laga klub sepakbola Indonesia digelar. Kericuhan tak hanya terjadi antara suporter klub yang berbeda, namun juga terjadi pada pendukung klub yang sama.
Insiden terakhir yang menyita perhatian adalah saat laga Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung di Sleman. Pertandingan sempat terhenti karena penonton di tribune ricuh. Pada laga Divisi Utama antara Persis Solo dan PSS Sleman, benturan fisik antardua pendukung klub juga terjadi. Dalam insiden tersebut, PSS Sleman menolak melanjutkan pertandingan dan laga pun dihentikan sebelum 2x45 menit.
(fit)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/09/25/49/871672/angkat-topi-catatan-kecil-untuk-pemain-ke-12