Antiklimaks Si Macan Putih

SOLO - Kekalahan Persik Kediri di babak semifinal Divisi Utama 2013 kontra Perseru Serui, Minggu (8/9) malam di Stadion Manahan menyisakan kekecewaan mendalam di benak Persikmania. Penampilan buruk tim bersebut Macan Putih itu memunculkan berbagai pertanyaan.
 
Maklum, sebelumnya Persik diprediksi mampu menuntaskan perlawanan tim asal Papua tersebut. Klub kebanggaan Kota Tahu juga girang ketika drawing babak semifinal mempertemukan mereka dengan Perseru. Persik juga terlihat sangat menjanjikan saat unggul lebih dulu via Fatchul Ihya dan Dimas Galih.
 
Tapi justru Persik yang akhirnya menangis setelah Perserui mampu bangkit, menyamakan skor dan memenangkan drama adu pinalti. Persikmania pun langsung memprediksi ada yang tidak beres di pertandingan tersebut. Salah satunya menyoroti rotasi yang dilakukan Pelatih Persik Aris Budi Sulistyo.
 
Keputusan Aris menarik dua pemain asing, Mamadou Alhadji dan Oliver Makor dianggap sangat janggal. Kendati permainan keduanya jauh di bawah performa terbaiknya, tapi pergantian itu tetap dianggap aneh karena Persik butuh gol untuk memenangkan pertandingan.
 
Lebih parah, sebagian Persikmania menuding ada konspirasi internal agar Persik tidak lolos ke final dengan tujuan tertentu. "Di Persik ada yang gagal mencalonkan sebagai walikota. Kayaknya ada yang mencari ganti dana yang sudah dikeluarkan," ujar Didi Cahya, salah satu Persikmania.
 
Namun tidak ada bukti yang bisa dipertanggungjawabkan dengan munculnya asumsi dari supporter itu. Pelatih Aris Budi Sulistyo juga tak tertarik menanggapinya dan lebih pilih menjelaskan dari aspek teknis. Dirinya mengakui ada beberapa pemain yang tampil buruk, dua di antaranya Alhadji dan Makor.
 
Alhadji gagal mengantisipasi gol kedua Perseru, sedangkan Makor tidak memberikan kontribusi berarti selama di lapangan. Makor yang menjadi top scorer Macan Putih musim ini beberapa kali melakukan pengambilan keputusan yang sangat mengecewakan. Bola yang harusnya diumpan, malah ditendang langsung ke gawang.
 
"Ini pertandingan penting dan idealnya pemain menunjukkan permainan terbaik. Tapi Alhadji dan Makor malah tampil di bawah form dan saya memutuskan untuk menarik mereka. Jadi rotasi itu memang sangat beralasan karena tim harus membuat perubahan," tutur Aris Budi.
 
Kekecewaan Aris terhadap dua pemain asingnya itu mungkin saja bakal memengaruhi strategi di laga penentuan lawan Persikabo Bogor pada 14 September nanti. Dia mengancam bakal memakai kekuatan full lokal alias tidak memakai keduanya.
 
"Kami masih mempunyai kesempatan untuk promosi ke ISL dengan merebut juara ketiga atau mengalahkan Persikabo. Saya ingin membuat perubahan agar tim lebih baik lagi. Kemungkinan tim akan bermain dengan kekuatan full lokal kalau memang sangat diperlukan.
 
Penampilan Macan Putih di semifinal itu menjadi salah satu performa terburuk musim ini. Persik mengalami antiklimaks setelah menunjukkan perjalanan meyakinkan sepanjang musim. Kemasukan gol balasan Perseru dari tendangan bebas Abdi Gusti, mental Persik kacau, konsentrasi buyar dan tak lagi menunjukkan kelayakan untuk bisa lolos ke final.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/raw)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/09/10/49/863363/antiklimaks-si-macan-putih