Hentikan Persija Lewat Penalti Mitra Kukar Tantang Sriwijaya FC di Final

MALANG -Tim Mitra Kukar U-21 akhirnya menyusul Sriwijaya FC U-21 ke partai final kompetisi Indonesia Super League (ISL) U-21 2013. Pada semifinal di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu malam ini, Mitra Kukar mendepak Persija U-21 lewat adu penalti dengan skor 4-2.
 
Kedua tim bermain imbang tanpa gol dan tetap tidak mampu memecah kebuntuan di masa perpanjangan waktu 2x15 menit. Di masa penentuan, yakni adu penalti, dua pemain Persija gagal menyarangkan bola yakni Firmansyah sebagai penendang pertama dan Fahri sebagai eksekutor ketiga.
 
Kendati dua eksekusi Persija yang dilakoni Nur Ilahi dan Syaifullah bisa menembus gawang, namun Mitra Kukar lebih baik karena hanya sekali gagal melakukan tugasnya. Tendangan Mitra yang gagal melewati penjaga gawang Persija Daryono adalah eksekusi Ananda sebagai penendang ketiga.
 
Sedangkan sepakan yang dilakukan Ali Surahman, Yogi Rahadian, Lopenda dan Samsudin, semuanya berhasil bersarang ke gawang Persija. Mitra Kukar pun bakal berseteru dengan Sriwijaya FC di partai puncak pada 7 September mendatang di Stadion Kanjuruhan.
 
Duel antara Mitra dan Persija sendiri sangat berimbang dan bahkan tidak terlalu banyak kesempatan untuk menciptakan gol. Persija hanya memperoleh peluang yang mayoritas dari bola mati, sementara Mitra Kukar berkali-kali menemui jalan buntu untuk membongkar pertahanan lawan.
 
Pertandingan pun cenderung membosankan karena kedua tim tampak bermain aman dan sangat berhati-hati agar tidak kecolongan. Hingga 2x90 diselesaikan, tidak ada tanda-tanda adanya gol yang tercipta. Benar saja, hingga perpanjangan waktu situasi tetap tak banyak berubah.
 
Kendati kalah, Pelatih Persija Benjamin Leo Betty tidak menyalahkan pemainnya karena gagal dalam eksekusi penalti. Baginya tim muda Macan Kemayoran sudah memberikan permainan terbaik sepanjang pertandingan dan hanya kalah beruntung saat adu tendangan 12 pas.
 
"Tendangan penalti juga dipengaruhi faktor keberuntungan. Tim sudah bekerja keras sepanjang pertandingan dan kekuatan kedua tim sangat seimbang. Kami bahkan sudah bermain bagus karena secara kualitas tim Mitra Kukar berada di atas Persija," ungkap Benjamin.
 
Sementara, Pelatih Mitra Kukar U-21 Rahmat Hidayat menyatakan bangga dengan timnya karena bisa mengendalikan mental dan sukses memenangi adu penalti. Mengakui kekuatan Persija sulit ditaklukkan, dia juga sepakat bahwa faktor keberuntungan ikut berpengaruh dalam adu penalti.
 
"Kami beruntung bisa memenangkan adu penalti. Tapi di samping itu saya harus memuji mental pemain yang tidak grogi di saat-saat paling menentukan (adu penalti). Sekarang target kami adalah mengalahkan Sriwijaya FC dan saya yakin pertandingan di final nanti akan lebih berat," jelas Rahmat Hidayat.
 
Diakuinya Persija sangat sulit ditembus sepanjang pertandingan karena menerapkan pertahanan yang sangat rapat. Kombinasi yang coba dilakukan dari sayap dan tengah tidak sekali pun menemui hasil dan itu bakal menjadi pelajaran untuk bisa lebih baik di partai pamungkas nanti.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/fit)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/09/04/49/860912/hentikan-persija-lewat-penalti-mitra-kukar-tantang-sriwijaya-fc-di-final