Menanti Tuah Kaka

AC Milan akan mendapat sorotan publik Negeri Pizza pada giornata ketiga Serie A, akhir pekan ini. Bukan karena penampilan mereka yang tengah terpuruk atau menanjak, tapi karena kembali 'si anak hilang' Ricardo Kaka.

Ya, sosok Kaka akan jadi magnet utama dalam laga tandang Milan ke kandang Torino, Minggu (15/8/2013) dini hari WIB. Playmaker Brasil tersebut tengah jadi pembicaraan hangat lantaran keputusannya kembali ke San Siro, setelah empat musim menjalani karier yang sulit di Real Madrid.

Publik tentunya penasaran, apa yang bisa dilakukan Kaka di usianya yang kini telah menginjak 31 tahun?

Jika menilik usia, tentunya Kaka tidak lagi memiliki fisik sama seperti empat tahun silam. Namun dari segi kualitas permainan, pemain berparas tampan ini masih cukup menjanjikan. Hal itu ditunjukkannya dalam sebuah laga uji coba kontra Chiasso, beberapa hari lalu.

Dalam laga tersebut, Kaka yang diplot bermain sebagai starter dan mengenakan ban kapten, berhasil mengirimkan dua assist yang membantu I Rossoneri meraih kemenangan 4-0.

Namun, laga kontra Chiasso tidak bisa dijadikan tolok ukur.  Torino jelas bukan lawan yang bisa disamakan dengan Chiasso yang notabene tim amatir. Kaka pun dipastikan harus bekerja ekstra keras jika ingin menandai debutnya dengan manis.

Kehadiran Kaka juga akan memudahkan allenatore Massimiliano Allegri menyusun strategi. Seperti diketahui, di musim ini dia ingin mengubah pola permainan, dari 4-3-3 ke 4-3-1-2 atau 4-3-2-1. Nah, Kaka yang piawai memainkan peran sebagai trequartista atau penyerang lubang, diharapkan bisa memberikan suplai bola yang matang kepada Mario Balotelli.

Namun, strategi Allegri tersebut berpotensi membuat posisi Stephan El Shaarawy terpinggirkan. Seperti diketahui, El Shaarawy merupakan tipe penyerang sayap yang cocok dengan pola 4-3-3. Di laga kontra Cagliari saat Milan menang 3-1, El Shaarawy juga jadi tumbal di mana dia tak masuk starting line-up.

Terlepas dari pola apa yang akan dimainkan Allegri, Milan punya rekor apik di kandang Torino. Rossoneri tidak pernah kalah sejak 12 tahun silam. Milan terakhir kali kalah di Stadio OIimpico Turin, terjadi pada 2001.

Setelah itu, Milan tak pernah lagi merasakan kekalahan. Pada dua pertemuan terakhir di musim lalu, Milan sukses memetik kemenangan (4-2 di Turin dan 1-0 di San Siro).

Meski punya rekor ciamik, namun Milan dipastikan tidak boleh jumawa, jika tidak ingin hasil laga kontra Hellas Verona kembali terulang, di mana mereka harus kalah meski sempat unggul.

Prediksi: Torino 45 – 55 Milan

Prakiraan Pemain:
Torino (3-5-2): Padelli, Glik, Rodriguez, Moretti, Darmian, Basha, El Kaddouri, Vives, D'Ambrossio, Larrondo, Immobile

AC Milan (4-3-1-2):
Abbiati, Abate, Mexes, Zapata, Emanuelson, De Jong, Poli, Muntari, Montolivo, Robinho, Balotelli

Head to head:

(05/05/13) Serie A: Milan 1 – 0 Torino
(09/12/12) Serie A: Torino 2 – 4 Milan
(20/04/09) Serie A: Milan 5 – 1 Torino
(24/11/08) Serie A: Torino 2 – 2 Milan
(22/03/08) Serie A: Torino 0 – 1 Milan (acf)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/09/11/282/864546/menanti-tuah-kaka