Pelatih East Bengal: Semen Padang Tangguh

PADANG – Pelatih East Bengal, Marcos Antonio Falopa, mengakui Semen Padang sangat kuat, ditambah kondisi cuaca yang panas membuat banyak pemain yang kelalahan.
 
Sebenarnya, Semen Padang sudah menampakkan taringnya sejak babak pertama, apalagi tim asuhan Jafri Sastra ini mencetak gol pertama lewat kaki Edward Wilson Junior pada menit 23.
 
Gol ini tercipta setelah kiper East Bengal, Arnab Kumar Mandal, menendang bola yang tidak kuat sehingga mengena tubuh Edu. Edu saat itu masih dekat kotal penalti langsung mengelindingkan bola ke gawang East Bengal.
 
Padang menit 41, Vendry Mofu nyaris menambah gol, setelah mendapat umpan tinggi dari Novan Setya sayang sundulan bola terlalu tinggi. Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan usai.
 
Pada babak kedua, penyerang Semen Padang, Edu, harus keluar setelah cedera pergelangan kaki, di menit 55. Dia digantikan Nur Iskandar.
 
Serangan bertubi-tubi dilakukan Semen Padang membuat pertahan di belakang terbuka. Pada menit 55 pemain East Bengal, Edeh Chidi, nyari membobol gawang Jandia Eka Putra, kegesitan tangan Jandia berhasil merebut bola.
 
Permainan semakin panas, wasit Marai Mohammed A Alawaji dari Saudi Arabia, terpaksa mengeluarkan kartu kuning setelah pemain East Bengal Joaquim Abranches menekel keras kaki Esteban Vizcarra.
 
Cuaca yang panas membuat wasit harus mengistirahatkan pemain untuk minum. Pada menit 65 East Bengal lagi-lagi buat peluang, James Moga yang masuk menggantikan Ryuji Sueoka hampir menyamakan kedudukan, hanya Jandia Eka Putra penjaga gawang Semen Padang cekatan menangkap bola.
 
Pada menit 77, pemain East Bengal, James Moga, menyamakan kedudukan setelah sundulan mengoyak gawang Jandia hingga kedudukan 1-1. Tiga menit berlalu wasit kembali mengeluarkan kartu kuning untuk Mofu setelah ia memprotes wasit ada pemain East Bengal hands ball di kota penalti, tapi wasit tidak melihat. Skor 1-1 bertahan hingga usai.
 
"Pemain Semen Padang sangat tangguh, kita kewalahan melawannya ditambah cuaca yang panas," kata Falopa usai pertandingan di Stadion Agus Salim, Padang, Selasa (24/9/2013).
 
Sementara Jafri Sastra mengatakan pemain East Bengal ini postur tubuhnya tinggi dibandingkan dengan Semen Padang. "Pemain kita sudah bermain maksimal, namun kita kalah postur tubuh membuat kita kalah adu kecepatan," ujarnya.
 
Selain itu cedera Edu menambah buruknya serangan Semen Padang, sebab emosi Edu dengan Nur Iskandar sangat beda. "Edu memiliki cara sendiri, untuk mencatak bola, namun Nur Iskandar tidak buruk penampilannya hanya saja, belum bisa mencetak gol," ujarnya.
 
Kata Jafri, peluang itu sangat banyak hanya saja bola banyak meleset di luar gawang.
(hmr)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/09/24/50/871233/pelatih-east-bengal-semen-padang-tangguh