Pelatih Persik Terganjal Lisensi

KEDIRI - Keberhasilan Pelatih Aris Budi Sulistyo membawa Persik Kediri promosi ke Indonesia Super League (ISL) tak menjamin dirinya aman untuk musim depan. Aris berpotensi besar tergeser dari kursi pelatih utama karena lisensi kepelatihan yang belum memadai.

Pelatih kelahiran Solo ini hanya mengantongi lisensi B, sedangkan klub yang bertarung di ISL wajib memiliki pelatih berlisensi A. Inilah yang membuat posisi Aris tidak aman di Persik, kecuali dia secepatnya mencari lisensi A sebelum kompetisi musim depan bergulir.

Pihak manajemen mengaku sulit membuat pilihan, karena Aris faktanya telah berjasa mengangkat Macan Putih ke kasta tertinggi kompetisi nasional. CEO Persik Sunardi mengungkapkan, sebenarnya manajemen ingin melanjutkan kiprah Aris Budi di Persik di ISL nanti.

"Logikanya, karena dia berjasa membawa tim ini promosi, seharusnya ikut menikmati hasilnya dengan melatih Persik di ISL. Tapi sampai sekarang dia masih memegang lisensi B dan itu tidak memenuhi syarat untuk melatih di klub ISL", jelas Sunardi.

Terpaksa, manajemen menunggu perkembangan selanjutnya, apakah Aris bakal secepatnya mengurus lisensi kepelatihan A. Jika pelatih yang juga legenda hidup Persik Kediri itu tidak juga mendapatkan lisensi A hingga kompetisi bergulir, maka posisinya harus diganti.

"Ini menyangkut regulasi dan manajemen harus mengikuti aturan yang ada. Kalau memang Aris tidak memiliki lisensi A, maka dengan sangat terpaksa mencari pelatih lain dengan lisensi yang memenuhi syarat. Saya pikir Aris pasti sudah sangat memahami posisinya," tambah Sunardi.

Sebenarnya cukup disayangkan jika Aris tidak bisa melanjutkan kerjanya di klub berwarna ungu. Sebab dalam semusim terakhir dia paling paham karakter tim dan terbukti menembus kompetisi ISL. Idealnya dia memiliki kesempatan turut membangun tim untuk musim depan.

Namun situasi itu memang konsekuensi yang harus dihadapi Aris sebagai pelatih yang sebatas berlisensi B. Pelatih yang pernah menjadi asisten pelatih Daniel Roekito saat Persik merebut trofi Divisi Utama 2006 ini sangat mengerti posisinya dan berkeinginan mencari lisensi A.

Saya paham kok regulasinya, bahwa pelatih di ISL harus berlisensi A. Saya sendiri menyadari belum memenuhi syarat dan pasti akan berusaha mendapatkan lisensi kepelatihan A. Tapi semua kan ada prosesnya dan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat," tutur Aris Budi Sulistyo.

Karena untuk mendapatkan lisensi A juga membutuhkan proses, dia siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk jika harus merelakan pelatih lain menduduki posisinya sebagai pelatih kepala. Baginya, yang terpenting sudah mengantarkan Persik ke ISL.

"Saya menghormati langkah manajemen, karena semua tetap harus sesuai aturan. Kalau pun saya belum memiliki lisensi A saat kompetisi dimulai dan diganti pelatih lain, ya harus menerima itu dengan ikhlas. Yang paling penting tugas saya membawa Persik promosi sudah terselesaikan," urai dia.

Aris kini disejajarkan dengan pelatih legendaris Persik seperti Daniel Roekito dan Jaya Hartono. Walau belum memberikan trofi untuk Macan Putih karena hanya finish di peringkat ketiga Divisi Utama 2013, paling tidak Aris sudah sangat berjasa mengembalikan nama besar Persik di sepakbola nasional. (Kukuh Setiawan/Koran SI/min)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/09/25/49/871969/pelatih-persik-terganjal-lisensi