Prospek Belia ISL 2013

MALANG-Indonesia Super League (ISL) 2013 tidak banyak memunculkan bintang-bintang muda sepanjang musim ini. Hanya ada beberapa pemain yang performanya menonjol sekaligus prospektif walau belum menjadi kekuatan utama timnya musim ini.

Dari empat klub ISL di JawaTimur, pemain muda rata-rata berjubel di wilayah selatan, yakni di klub Arema Cronous. Selain memiliki banyak pemain berlabel bintang, Arema juga memiliki pemain muda bertalenta yang disebut-sebut memiliki masa depan cerah.

Sayang tekanan untuk menjadi juara tak memberikan kesempatan pemain muda untuk unjuk gigi di kompetisi level tertinggi. Itu juga berlaku di klub lain seperti Persela Lamongan, Persegres Gresik United, serta Persepam Madura United, yang sedikit mengandalkan pemain mudanya.

Persela yang memiliki generasi emas setelah menjuarai ISL U-21 dua musim lalu, hanya memunculkan sosok Fandi Eko Utomo dan Eki Taufik di tim senior. Persegres bahkan merekrut pemain-pemain berpengalaman macam Erol Iba, Ambrizal, sehingga pemain muda jarang mendapatkan tempat.

Persepam Madura United yang baru menjalani musim pertamanya di ISL, mau tak mau juga harus mengandalkan pemain berpengalaman demi mengamankan tempat di ISL. Terlihat hanya Rossy Noprihanis yang menjadi wakil pemain di bawah usia 22 tahun.

Bagaimana pun, pemain-pemain muda masih menunggu kesempatan musim depan untuk mendapatkan kepercayaan lebih besar. Di bawah ini adalah pemain dengan prospek bagus dan kemungkinan besar bakal mendapatkan kesempatan lebih besar musim berikutnya;

1. Irsyad Maulana (Arema Cronous)

Mungkin publik belum banyak mencengar nama pemain yang sebentar lagi berusia 20 tahun ini. Itu karena Irsyad baru mendapatkan kepercayaan lebih banyak di paruh kedua ISL 2013. Sempat cedera cukup parah di awal musim, dia harus ekstra sabar menunggu kesempatan dipilih pelatih Rahmad Darmawan. Setelah pulih dari cedera, Irsyad langsung membius Aremania dengan akselerasinya yang memukau. Pemain sayap yang baru turun di 10 pertandingan ini sudah memberikan sinyal bahwa dirinya bakal menjadi idola masa depan di Stadion Kanjuruhan. Kecepatan, dribble, serta keberaniannya sangat disukai Aremania. Bahkan sebagian Arema menilai Irsyad sedikit terlambat diberi kesempatan di tim utama musim ini. Melihat bakatnya, Arema layak mempertahankan pemain ini selama mungkin di Stadion Kanjuruhan hingga potensi terbesarnya benar-benar terbangun. Tentunya dibarengsi dengan kesempatan yang memadai.

2. Fandi Eko Utomo (Persela Lamongan)

Tak diragukan, Fandi Eko Utomo adalah bakat muda paling bersinar musim ini bersama Persela Lamongan. Anak kandung legenda Persebaya Yusuf Ekodono menapaki level yang setingkat lebih baik dibanding musim-musim sebelumnya. Fandi bukan hanya pemain yang memiliki naluri bagus dengan mencetak delapan gol untuk Laskar Joko Tingkir musim ini, tapi juga pemain serba bisa. Di ISL 2013 saja, dia bermain di tiga posisi berbeda, yakni midfielder, winger, sekaligus striker. Perkembangan signifikan Fandi akhirnya berbuah penunjukan dirinya ke tim nasional (Timnas) U-23. Musim ini Fandi sudah menunjukkan bahwa potensinya lebih dari sekadar menjadi bayang-bayang ketenaran ayahnya. Persela Lamongan idealnya mengikat pemain ini dengan kontrak jangka panjang, jika tak ingin kehilangan bakat paling berharga di klub. Kesempatan di Timnas U-23 diperkirakan bakal berimbas positif pada mental dan permainan Fandi Eko Utomo dan jangan heran jika dia bakal menjadi pemain utama Persela musim depan.

3. Rossy Noprihanis (Persepam Madura United)

Di antara pemain senior yang dimiliki Persepam Madura United, Rossy Noprihanis menjadi wakil pemain muda yang tergolong sukses. Memang dia belum bisa disebut sebagai pemain bintang jika dibanding bakat-bakat di klub lain. Namun bagi supporter Madura, dia menjadi salah satu kebanggaan di Gelora Bangkalan. Sebagai gelandang serang, puncak penampilan Rossy adalah kala mencetak hattrick ke gawang Persiba Balikpapan di putaran dua ISL. Satu aspek yang harus diacungi jempol, dia menapaki level kompetisi tertinggi dengan cukup apik kendati sebelumnya hanya bermain di klub sekelas PS Sumbawa Barat. Tidak banyak pemain muda yang langsung nyetel dengan persaingan keras ISL dengan minimnya pengalaman. Banyaknya pemain tengah Persepam yang kurang memuaskan pelatih Daniel Roekito, menjadi salah satu pemberi jalan bagi Rossy untuk menjadi kekuatan vital di lapangan tengah Persepam.

4. Dedi Kusnandar (Arema Cronous)

Arema Cronous memiliki banyak pemain tengah dengan usia yang tidak terpaut jauh. Ada Egi Melgiansyah, Joko Sasongko, Gede Sukadana, Hendro Siswanto, hingga Dedi Kusnandar. Nama terakhir mencatat grafik bagus musim ini, selain usianya yang paling muda dibanding pemain tengah lain. Dedi Kusnandar kurang begitu dikenal pada awal musim, namun lebih sering mendapatkan kesempatan di paruh kedua ISL. Sangat berbeda dengan Joko Sasongko dan Hendro Siswanto yang berkibar di awal musim, namun cenderung menurun di fase berikutnya. Sebagai pemain tengah, pemain berusia 22 tahun asal Sumedang ini memiliki umpan bagus serta ketenangan dan bermain. Sayang dia kurang berani beradu fisik dengan lawan dan kurang cocok untuk partai keras. Namun itu masih dimaklumi karena posisinya adalah pemain tengah murni, bukan gelandang bertahan seperti Egi Melgiansyah atau Gede Sukadana. Dengan tambahan kesempatan di tim utama, rasanya kemampuan pemain Timnas U-23 ini bisa jauh lebih baik dibanding sekarang.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/min)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/09/25/49/871970/prospek-belia-isl-2013