Setiap Awal Selalu Susah

MAKASSAR – Laga pembuka putaran kedua Indonesia Premier League (IPL) 2013-2014 di Stadion Mattoanging, Makassar, Sabtu kemarin, berjalan ketat. PSM Makassar harus puas berbagi angka dengan Persepar Palangkaraya.
 
Hasil akhir imbang 1-1 masih menyisakan segudang cerita. Pelatih Caretaker Imran Amirullah memberi tanggapan, usai pertandingan. Berikut, wawancara Okezone dengan Coach Imran:
 
Bagaimana perasaan Anda, Coach dengan hasil ini?
 
Syukur kami tidak kalah di kandang. Sekalipun sempat ketinggalan di babak pertama, tapi dengan ada perubahan sedikit timbul motivasi sehingga kita bisa membalas.
 
Sebelumnya, apa yang Anda katakan kepada para pemain?
 
Saya katakan dari awal kepada pemain bahwa segala sesuatu yang namanya awal ini memang susah. Kami masih perlu waktu dan perjuangan. Ini pertandingan pertama kita di putaran kedua.
Penilaian Anda sendiri terhadap Persepar?
 
Lawan sudah siap, baik teknis maupun nonteknis. Itu yang harus kita tahu bahwa mereka sudah siap semua, jadi kita juga harusnya lebih siap lagi. Lawan tampil juga cukup bagus, kita harus akui.
Bagaimana dengan kepemimpinan wasit?
 
Saya agak sedikit kecewa dengan kepemimpinan wasit. Babak pertama kami seharusnya mendapat penalti ketika Abanda dilanggar. Terus babak kedua, yang mutlak itu Qifly diganjal di kotak penalti. Kalau wasitnya tegas mengambil sikap, akan ada penalti. Tapi wasit tidak memberikan penalti, akhirnya anak-anak sempat terpancing emosi.
 
Mengenai komposisi pemain PSM yang Anda turunkan?
 
Fandi Edy dimainkan sebagai gelandang jangkar dan Rasyid dipasang sebagai gelandang kiri karena kita harus tahu di sana mereka punya pemain asing dua. Ditambah satu gelandangnya yang cepat punya kualitas teknis. Otomatis saya harus imbangi di lini tengah. Risikonya tidak jalan permainan sayap kita. Kita punya sayap tidak jalan karena fokus membantu gelandang.
 
Tapi sepertinya ada perbedaan skema di babak kedua?
 
Babak kedua saya paksakan untuk berani main ke samping. Jadi, memang ada sedikit perubahan sebab di babak pertama kita fokus di gelandang.
 
Stiker yang baru direkrut Abanda Rahman mencetak gol. Secara total, bagaimana permainannya?
 
Abanda cukup bagus, sudah maksimal. Tapi tentunya perlu waktu lagi untuk penyesuaian. Tadi juga kondisi fisiknya agak mengalami problem. Abanda punya prospek yang lebih baik ke depan.
 
Gelandang Fandi Edy Anda tarik keluar di menit 29 dan Abanda juga keluar di menit 67, ada masalah apa?
 
Fandi cedera engkel mungkin perlu perawatan khusus. Abanda mendapat masalah di pinggangnya akibat cedera lutut, katanya agak nyeri.
 
Penonton melihat Andi Oddang bersiap masuk lapangan di menit 66. Papan bernomor petunjuk pergantian pemain sudah memasang angka: nomor 10 (Oddang) akan menggantikan nomor 11 (Rahmat). Tapi kemudian mengapa yang keluar justru nomor 32 Abanda?
 
Soal pergantian tadi, saya sebelumnya sudah bilang sama Abanda apa masih bisa main. Dia bilang tidak ada masalah. Lalu, saya siapkan Oddang untuk menggantikan Rahmat. Tapi kemudian Abanda keluar lapangan dan minta maaf karena memaksakan diri bermain sementara dia sudah mengalami cedera. Jadi, saya peringatkan: 'Kamu kalau tidak siap bilang terus terang saja.' Tapi kita harus mengerti, mungkin semangatnya masih mau main, tapi kondisi fisik tidak memungkinkan.
(fit)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/09/08/49/862608/setiap-awal-selalu-susah