Viking Anggap Komdis Ngawur

BANDUNG – Pendukung Persib Bandung yang tergabung dalam Viking Persib Club menganggap ngawur sanksi yang dijatuhkan Komisi Displin (Komdis) PSSI terkait insiden di Sleman. Organisasi terbesar Bobotoh tersebut berpendapat, seharusnya Komdis melakukan penyelidikan terlebih dahulu sebelum mengeluarkan keputusan.

Bobotoh diputuskan tidak boleh menyaksikan laga tandang Persib selama dua belas bulan. Sanksi tersebut dikeluarkan Komdis PSSI menyusul gesekan antara Viking dengan supporter Persija Jakarta, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (28/8). Saat itu, pertandingan antara Persib melawan tuan rumah Persija sempat terhenti karena memanasnya kondisi antara kedua kubu di tribun penonton.

Ketua Viking Persib Club, Heru Joko justru mempertanyakan landasan dikeluarkannya keputusan tersebut. Mengingat selama ini, tidak ada langkah penyelidikan, atau pengumpulan informasi yang dilakukan komisi pimpina Hinca Panjaitan tersebut. Namun, tiba-tiba Komdis mengeluarkan sanksi.

"Logika sederhana saja, seharusnya sebelum Komdis menjatuhkan sanksi atau keputusan apapun, ada proses mengkaji dulu. Panggil dulu unsur-unsur yang terlibat, tidak langsung vonis. Yang namanya pengadil, mau mengadili, harus tahu secara detail dong masalahnya apa, yang terjadi di sana seperti apa," kata Heru.

Dia menyebut, situasi di Maguwoharjo saat itu sebenarnya tidak lebih parah dari insiden kerusuhan supporter lainnya. Koordinasi dengan Panpel pertandingan, pihak kepolisian, dan pentolan-pentolan supporter lain pun, tutur Heru, sudah berjalan cukup baik.

Dengan jatuhnya sanksi ini, Heru justru meragukan kredibilitas orang-orang di dalam Komdis. "Secara keseluruhan, koordinasi di sana sebenarnya sudah baik. Kerusuhan pun tidak besar. Seharusnya, pengurus olahraga itu dari orang olahraga. Kalau bukan, ya begini jadinya," ungkap Heru Joko. (Gugum Rachmat/Koran SI/dit)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/09/13/49/865274/viking-anggap-komdis-ngawur