Arema Tetap Terkaya di Jawa Timur

MALANG - Arema Cronous tampaknya bakal tetap menjadi klub terkaya di Jawa Timur, bahkan salah satu klub terkaya di liga unifikasi musim depan. Klub asal Malang ini menyiapkan anggaran yang lebih besar dibanding tahun lalu walau tidak begitu signifikan.
 
Dari kalkulasi kasar manajemen, rencananya ada peningkatan di kisaran 15-20% dari angka yang dihabiskan musim lalu. Pada Indonesia Super League (ISL) 2012-2013, Singo Edan membelanjakan duit setidaknya Rp45 miliar untuk membeli pemain dan keperluan operasional.
 
Nah, untuk musim depan angka itu bakal meningkat karena kompetisi yang diikuti bakal lebih banyak. Selain berlaga di liga unifikasi, Arema rencananya juga bermain di AFC Cup sekaligus Piala Indonesia yang bakal digulirkan kembali oleh PT Liga Indonesia.
 
"Tentunya ada kenaikan. Tapi tidak besar dan maksimal mungkin 20%. Pokoknya kami sesuaikan dengan meningkatnya kebutuhan, karena rencananya ada tiga kompetisi yang diikuti Arema," tutur Iwan Budianto, CEO Arema Cronous. Modal sebesar itu disesuaikan dengan ambisi Arema yang memburu gelar juara.
 
Walau rencananya tidak akan banyak menambah pemain, namun tetap saja klub seperti Arema harus mengeluarkan banyak dana. Sebab pemain yang diperpanjang kontraknya di Stadion Kanjuruhan tentu menginginkan kenaikan nilai kontrak dari musim sebelumnya.
 
Kesehatan Singo Edan berbanding kontras dengan kondisi beberapa klub di Jawa Timur lainnya yang kebingungan memodali klub. Taruh saja Persegres Gresik United yang masih belum menemukan solusi untuk menutup kebutuhan klub setelah musim lalu tekor.
 
Persik Kediri juga kesulitan mengumpulkan uang dan masih menunggu kesediaan PT Gudang Garam untuk membantu keuangan. Malah beredar rumor Persik akan demerger dengan Persekabpas Pasuruan karena ada pemilik modal asal Pasuruan yang tertarik berinvestasi di Macan Putih.
 
Kembali ke Arema Cronous, bisa menjadi gambaran bahwa hanya klub dengan modal luar biasa yang bersaing di papan atas. Pada ISL edisi 2012-2013 lalu, klub lima besar adalah mereka yang memodali klub dengan sangat serius, yakni Persipura Jayapura, Arema Cronous, Persib Bandung, Sriwijaya FC dan Mitra Kukar. Hanya Sriwijaya yang akhirnya mengalami krisis finansial di akhir musim.
 
"Bukan berarti Arema bermewah-mewah. Ya karena memang segitulah kebutuhan ideal untuk menjadi tim yang kompetitif," sebut Iwan Budianto. Walau dimodali puluhan milyar, dirinya tetap menekankan agar manajemen berhemat dan tidak boros dalam mengelola keuangan.
 
Sekaligus menggali dana sebanyak mungkin agar secara bertahap Arema bisa mandiri tanpa membebani pemilik modal. Arema sendiri terus melakukan terobosan agar bisa menambang duit dari sponsorship, selain mengandalkan penjualan tiket.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/hmr)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/10/13/49/881051/arema-tetap-terkaya-di-jawa-timur