Bela Milanisti, Ultras Interisti Ancam Aksi Ekstrem!

MILAN – Lazimnya yang namanya fans fanatik, apalagi dari tim rival sekota seperti AC Milan dan Inter Milan, acap bikin onar dengan keributan maupun kerusuhan yang tercipta kala bersua satu sama lain. Tapi kali ini, Ultras Interisti menunjukkan rasa solidaritasnya kepada Milanisti sebagai sesama suporter setia.
 
Sebelumnya, sektor tribun selatan atau Curva Sud San Siro, diputuskan tertutup untuk para fans Rossoneri untuk beberapa laga kandang, usai didakwa FIGC (PSSI-nya Italia) lantaran cemoohan dan sorakan diskriminatif yang dilayangkan saat Napoli bertandang ke markas Milan, beberapa waktu lalu.
 
Dari pernyataan resmi Ultras Interisti, mereka akan membuat aksi yang ekstrem dengan menggagas "pemberontakan" terhadap FIGC kepada sejumlah ultras seantero Italia untuk tetap menggemakan sorakan diskriminatif!
 
"Kami sudah siap dan semoga semua Curva (fans fanatik) akan membuat sorakan berbau diskriminasi agar nantinya kita akan melihat laga hari Minggu dengan penutupan total stadion!," tulis pernyataan Ultras Interisti.
 
"Mungkin akan sulit untuk memastikan adanya sanksi serempak, tapi itu lebih mudah dilakukan ketimbang penjelasan!,"sambung pernyataan itu, seperti dikutip Football-Italia, Rabu (9/10/2013).
 
Pihak Milan sendiri sempat mengeluhkan ketika FIGC memutuskan menjatuhkan sanksi dengan menggunakan regulasi anti-rasisme. Padahal bagi Wakil Presiden Adriano Galliani, sorakan Milanisti itu hanya menyinggung diskriminasi "kedaerahan", bukan rasis.
 
"Saya mengerti bahwa rasisme adalah masalah besar, terutama di seluruh dunia. Akan tetapi, diskriminasi antar wilayah adalah sesuatu yang berbeda. Berdasarkan itu, vonis itu pun harus dihapuskan. Semua Presiden sudah sepakat dengan itu dan saya sudah mengontak Presiden federasi, Giancarlo Abete untuk mengatakan itu padanya," timpal Galliani.
 
Sementara Abete sendiri menyatakan bahwa regulasi yang dicanangkan asosiasinya itu masih terbuka untuk ditafsirkan dan dipertimbangkan kembali, "Saya rasa akan sangat membantu jika ada periode refleksi sebagai cara untuk mengaplikasikan aturan ini," ujar Abete.
 
"Kami bergerak dalam peraturan internasional, meski tetap ada pendekatan yang bertolakbelakang dengan situasi diskriminasi yang berbeda. Saya ingin menggarisbawahi aturan diskriminasi territorial dalam kode di negara kami yang sudah lama ada. Satu-satunya hal yang berubah, hanyalah tingkat hukumannya saja," tutup Presiden FIGC itu.
(raw)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/10/09/47/878765/bela-milanisti-ultras-interisti-ancam-aksi-ekstrem