Belajar Strategi Dari Klub Jerman

MALANG - Arema Cronous bakal kenyang bertanding menghadapi klub asal luar negeri. Setelah sebelumnya bentrok dengan Loyola Meralco Sparks (Filipina) dan Central Coast Mariners (Australia), akhir pekan ini giliran klub asal Jerman Eintracht Frankfurt II yang bakal mengunjungi Stadion Kanjuruhan.
 
Eintracht Frankfurt II direncanakan bakal bertanding menghadapi Singo Edan pada 5 Oktober mendatang. Walau yang dating ke Malang adalah reserves team (tim cadangan) yang dihuni pemain belia. Selain ke Malang, Eintracht Frankfurt II juga menghadapi tim muda Singapura, Rabu (2/10).
 
Seperti dilansir situs resmi klub www.eintracht-frankfurt.de, klub yang seniornya berlaga di Bundesliga itu ingin memberikan pengalaman kepada para pemain muda di Asia Tenggara. Tim bakal berkekuatan sekitar 18 pemain yang semuanya belum pernah bermain di kompetisi professional.
 
"Menempuh perjalanan sejauh 25.000 tentu akan memberikan pengalaman bagi pemain-pemain muda," Kepala Delegasi Eintracht Frankfurt Stefan Loffler. Tim yang sebelumnya bernama Eintracht Frankfurt Amateure ini dibawah asuhan Manajer Alexander Schur.
 
Kendati hanya menghadapi tim muda, Arema Cronous berkomitmen bakal serius melakoni pertandingan ini. Asisten Pelatih Arema Joko 'Gethuk' Susilo menekankan bahwa sepakbola Eropa memiliki budaya yang jauh lebih maju, baik dari aspek pengelolaan tim maupun strategi di lapangan.
 
"Kami akan mempelajari bagaimana mereka memainkan bola. Walaupun yang dibawa ke Malang adalah tim muda Eintracht Frankfurt, namun mereka pasti mempunyai kultur sepakbola yang lebih maju dibanding Indonesia. Arema akan banyak mengambil keuntungan dari pertandingan ini," ungkap Joko Susilo.
 
Arema sebenarnya juga mendapat tawaran dari klub Inggris dan Brasil, yakni tim muda Fulham dan Santos. Namun karena Arema baru saja bertanding di final Menpora Cup, tawaran ujicoba yang dijadwalkan 1 Oktober itu terpaksa ditolak dengan alasan kondisi pemain.
 
"Pemain butuh istirahat dan kami tidak memaksakan diri, walau sebenarnya ujicoba lawan Fulham dan Santos juga menarik. Saat menghadapi Eintracht, pemain sudah fit karena sepekan penuh beristirahat," tutur asisten pelatih yang sempat menggantikan posisi Rahmad Darmawan di Menpora Cup 2013 lalu.
 
Arema Cronous menyimpan banyak agenda setelah menuntaskan Indonesia Super League (ISL) sebagai runner up. Bahkan saking sibuknya menggelar pertandingan, hingga kini belum bisa diketahui pasti kapan pemain akan berlibur selayaknya pesepakbola di masa transisi kompetisi.
 
Sementara, Singo Edan juga mengikat kerjasama dengan Gamba Osaka. Arema bakal berafiliasi dengan klub Jepang tersebut dalam hal pengelolaan tim, seperti hanya Arema Cronous bekerjasama dengan Brisbane Roar (Australia), CS Vise (Belgia) serta DC United (Amerika Serikat).
 
MNC Group rencananya juga memprakarsai program pra musim Arema yaknu tur ke Spanyol menghadapi beberapa klub, di antaranya Real Madrid dan Valencia. Kendati belum ada jadwal resmi, tur tersebut diperkirakan baru bakal terealisasi Desember mendatang.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/raw)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/10/02/51/875123/belajar-strategi-dari-klub-jerman