Berebut Takhta di Ibu Kota

Grande Partita akan hadir di Ibu Kota Italia, akhir pekan ini. Dua tim yang tengah menunjukkan performa impresif, AS Roma akan bentrok kontra Napoli. Siapa pemenangnya?

Roma yang sejauh ini tampil sempurna, akan menghadapi ujian besar ketika menjamu Napoli di Stadio Olimpico, Sabtu (19/10/2013) dini hari WIB. Duel ini dipastikan bakal berlangsung sengit mengingat posisi kedua tim yang sangat mepet.

I Giallorossi untuk sementara berada di puncak klasemen dengan koleksi sempurna, 21 poin dari tujuh laga. Sedangkan, I Partenopei menempel di urutan kedua dengan koleksi 19 poin. Kesimpulannya, duel ini akan jadi ajang perebutan takhta. Siapa yang keluar sebagai pemenang, dialah yang berhak memimpin clasifica. Lebih menarik lagi, kedua tim juga sama-sama belum sekalipun menelan kekalahan.

Roma yang akan bermain di hadapan publiknya sedikit lebih diunggulkan. Selain faktor tuan rumah, Il Lupi juga didukung rekor 100 persen kemenangan di tujuh laga musim ini, plus permainan kolektif nan menjanjikan yang diterapkan pelatih anyar Rudi Garcia.

Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Inter Milan di Giuseppe Meazza pada pekan sebelumnya juga membuat Roma kian diunggulkan pada laga ini. Pasukan Serigala Ibu Kota juga memiliki keuntungan karena hanya fokus di Serie A, berbeda dengan Napoli yang harus membagi konsentrasinya dengan kompetisi Liga Champions.

Soal komposisi pemain, Rudi Garcia kemungkinan bakal kembali mempertahankan 'The Winning Team' saat menghancurkan Inter.  Pola 4-3-3 dengan menempatkan trisula Gervinho, Alessandro Florenzi dan Francesco Totti di lini depan kemungkinan bakal jadi andalannya.

Di tengah, trio Kevin Strootman, Danielle De Rossi dan Miralem Pjanic juga akan jadi pilihan utama. Sementara untuk meredam daya gempur kubu Partenopei, Garcia kemungkinan mengandalkan Leandro Castan dan Mehdi Benatia di jantung pertahanan.

Sementara di kubu Napoli, pelatih Rafael Benitez masih terus menunggu kondisi terkini penyerang andalannya Gonzalo Higuain yang mengalami cedera. Jika fit, maka sudah bisa dipastikan apabila El Pipita -julukan Higuain- akan jadi penggedor utama Napoli dalam format 4-2-3-1.

Namun, kebutuhan merotasi skuad menyusul laga Liga Champions kontra Olympique Marseille, tiga hari berselang, membuat Benitez tidak bisa leluasa menurunkan semua pemain terbaiknya di laga ini. Apalagi, posisi Napoli di Liga Champions juga belum aman, lantaran baru menelan kekalahan dari Arsenal pada matchday sebelumnya.

Untuk laga kontra Roma, Benitez kemungkinan tidak hanya akan mengandalkan Higuain, tapi juga bisa mengandalkan Goran Pandev yang tampil impresif di laga kontra Livorno di mana Napoli menang 4-0.

Dari lini kedua, sosok Marek Hamsik nampaknya tidak tergantikan. Pria Slovakia hampir dipastikan akan kembali jadi motor permainan bersama dua rekannya di sisi sayap, yakni Jose Callejon dan Lorenzo Insigne.

Berdasarkan materi pemain, baik Roma dan Napoli memiliki skuad yang cukup seimbang. Jadi, hasil akhirnya masih sulit untuk diprediksi. Namun yang pasti, duel ini bakal berlangsung sengit karena bumbu persaingan puncak klasemen.

Merujuk pada rekor pertemuan, Napoli harus tertunduk lesu pada lawatan terakhirnya ke Olimpico. Musim lalu, gol-gol Marquinho dan Mattia Destro memaksa Napoli menyerah 2-1. Total, dalam enam pertemuan terakhir, Napoli punya rekor lebih baik, yakni dengan memetik tiga kemenangan, berbanding dua milik Il Lupi.

Prediksi: AS Roma 55 – 45 Napoli

Head to head:
(20/05/13) Serie A: Roma 2 – 1 Napoli
(07/01/13) Serie A: Napoli 4 – 1 Roma
(29/04/12) Serie A: Roma 2 – 2 Napoli
(19/12/11) Serie A: Napoli 1 – 3 Roma
(13/02/11) Serie A: Roma 0 – 2 Napoli
(03/10/10) Serie A: Napoli 2 – 0 Roma (acf)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/10/18/282/883307/berebut-takhta-di-ibu-kota