Garuda Jaya Yakin Robohkan Tembok Juara Bertahan

JAKARTA – Robohkan tembok juara bertahan. Seakan jadi misi khusus tim nasional (timnas) U-19 Indonesia saat bentrok dengan Korea Selatan (Korsel) di Grup G Kualifikasi Piala AFC U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, nanti malam.

Menang yang berati lolos ke putaran final Piala AFC U-19 Myanmar 2014, jadi target yang dikejar Evan Dimas dkk pada laga pamungkas Grup G. Sama-sama memiliki poin enam dari dua laga yang dijalani sebelumnya, baik tim Garuda Jaya, julukan timnas U-19, dan Korsel melihat begitu pentingnya laga nanti.

Nahkoda timnas U-19, Indra Sjafri, pun telah melakukan berbagai persiapan matang. Contohnya dalam latihan terakhir timnas U-19 di Lapangan Timnas, Jakarta, sore kemarin. Membagi 23 pemain timnas U-19 dalam dua tim yaitu tim biru dan tim kuning, Indra menempatkan pemain-pemain utama di tim biru.

Tiga skema coba diterapkan. Dua strategi membongkar pertahanan lawan dan satu strategi bertahan, untuk mengantisipasi permainan skuad besutan Kim Sang Ho. Dua skema menyerang yang dikedepankan, sekaligus memanfaatkan lemahnya lini kedua Korsel.

"Untuk menghadaipi Korea, kami sudah antispasi dengan simulasi latihan barusan. Korea bagus dalam bola-bola atas. Bermain banyak dari pinggir dan juga memanfaatkan dua full back yang naik. Tapi mereka sedikit ada kelamahan disektor gelandang," ungkap Indra, selepas memimpin anak-anak asuhnya belatih.

"Kalau mereka lemah di gelandang, kami akan berusaha memenangkan duel di sektor tersebut. Dari awal kami akan langsung bermain menyerang. Karena mau kalah atau menang sama saja. Jadi pada pertandingan besok (hari ini), kami akan betul-betul mencuri gol pada babak pertama," lanjutnya.

Tidak seperti di dua partai sebelumnya, laga pamungkas kontra Korsel sekaligus menjajal solidnya pertahanan tim Garuda Jaya. Lini belakang timnas U-19 yang digalang Putu Gede juni Antara dkk wajib bekerja lebih keras dibanding dua partai sebelumnya saat menggulung Laos, 4-0, (8/10), dan melibas Filipina, 2-0, (10/10).

Indra pun menginstruksikan anak-anak asuhnya mewaspadai beberapa pemain Taeguek Warriors, julukan Korsel. Seperti diantaranya Lee Jeongbin, Shim Jehyeok, dan Hwang Hee Chan. Walau berposisi sebagai gelandang, baik Hwang Hee Chan dan Lee Jeongbin keluar sebagai mesin angka Korsel dengan koleksi empat dan tiga gol.

"Umpan silang mereka bagus dan kami akan antisipasi. Kalau memang terjadi umpan silang, kami akan lakukan pengawalan ketat. Dan yang paling penting besok (hari ini), progres pemain dan progres tim harus ada di peak performance dari pada dua laga sebelumnya," jelas Indra.

Pemain belakang timnas u-19, Hansamu Yama Pranata, menyatakan jika barisan pertahanan tim Garuda Jaya wajib berhati-hati. Bek berusia 18 tahun ini menegaskan tidak hanya melihat satu atau dua orang pemain Korsel yang harus diwaspadai. Berstatus sebagai juara bertahan, telah membuktikan kualitas Taeguek Warriors.

"Pastinya lebih hati-hati, lebih fokus, dan lebih konsentrasi. Kami juga tahu Korea juara bertahan. Untuk antisipasi seperti apa? Kami akan bermain seperti biasa, lebih santai, dan lebih sabar. Pemain Korsel semua bagus dan harus diantisipasi semua. Tidak hanya satu atau beberapa orang saja," ujar Hansamu.

Sikap optimisme bisa mengandaskan Korsel, juga disampaikan Maldini Pali. Kemungkinan besar kembali diplot sebagai starter setelah dilaga kontra Filipina tidak bermain, Maldini percaya jika timnas U-19 bisa tampil lebih bagus dari Taeguek Warriors di laga pamungkas Grup G.

"Besok harus main optimis bisa memberikan yang terbaik dan harus bermain tenang. Korsel memang bermain bagus, tapi menurut saya Indonesia lebih bagus. Dan lebih optimis bisa menang dipertandingan besok," tegas pemain yang menimba ilmu di Deportivo Indonesia (Uruguay) tersebut. (Decky Irawan Jasri/Koran SI/min)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/10/11/51/880601/garuda-jaya-yakin-robohkan-tembok-juara-bertahan