"Indonesia Tak Butuh Pelatih dengan Nama Besar"

JAKARTA - Indonesia berpesta usai mengalahkan Korea Selatan dengan skor akhir 3-2 pada laga pamungkas penyisihan Grup G Piala AFC 2014, Sabtu (12/10/2013) malam WIB. Pertandingan yang di helat di Stadion Gelora Utama Bung Karno sendiri berjalan sengit dan menegangkan.

Berstatuskan sebagai juara bertahan timnas Korsel menyuguhkan penampilan menawan. Namun, bukan berarti Garuda Jaya tanpa perlawanan. Pada interval pertama Evan Dimas dkk berulang kali mengancam lini pertahanan Negeri Ginseng itu.
Hingga akhirnya di hadapan ribuan penonton, timnas muda Indonesia secara membanggakan dapat mempermalukan tim berjuluk Taeguk Warrior itu berkat hattrick sang kapten, Evan Dimas.

Dimas, Ravi Murdianto, Ilham Udin Armayn, Maldini Pali, Putu Gede, dan sederet pemain lain sangat pantas mendapatkan apresiasi yang tiada terkira. Namun, jangan lupakan sang peracik strategi, Indra Sjafri yang berhasil mendidik dan membentuk mental para pemain muda.

Tak ada yang mengenal sosok Indra sebelumnya. Pria kelahiran Lubuk Nyiur, Sumatra Barat, 50 tahun silam itu lebih familiar sebagai pegawai kantor pos di wilayahnya. Meski sejatinya Indra pernah bermain di PSP Padang pada tahun 80-an.

Mantan pemain tim nasional Indonesia, Budi Sudarsono pun menilai bahwa pelatih dengan nama besar tak menjamin dapat mempersembahkan prestasi. Lantas bagaimanakah kriteria pelatih yang tepat versi Budi?

"Indonesia tidak membutuhkan pelatih dengan nama besar! Yang dibutuhkan Indonesia adalah pelatih jujur dan tegas. Itu yang harus dimiliki Indonesia," tegas Budi kepada Okezone saat ditemui di studio hanggar Kuningan. (dit)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/10/13/51/880920/indonesia-tak-butuh-pelatih-dengan-nama-besar