Jadikan Evan Dimas Sebagai Panutan

JAKARTA - Tampa kompromi, tenang, dan konsisten di setiap pertandingan, sedikit gambaran soal sosok Zulfiandi. Salah satu jangkar utama lini tengah tim Garuda Jaya, julukan timnas U-19, selain Evan Dimas dan Muhammad Hargianto.

Zul, biasa pria kelahiran 17 Juli 1995 tersebut disapa rekan-rekannya di timnas U-19, tidak banyak informasi yang bisa dikorek darinya. Lantaran sikapnya yang pendiam dan hanya menjawab pernyataan dengan sepatah dua patah kata saja. Jelas, apa yang ditunjukan Zulfiandi di luar lapangan, sangat bertolak belakang dengan aksinya saat tampil sebagai salah satu jendral lini tengah tim Garuda Jaya.

Nama Zulfiandi, memang baru dikenal setelah dipercaya Indra Sjafri masuk dalam skuad timnas U-19. Namanya semakin mengkilap, setelah tampil konsisten saat mengantarkan tim Garuda Jaya keluar sebagai jawara Piala AFF U-19 beberapa waktu lalu. Seperti diketahui bersama, gelar tersebut menjadi yang pertama setelah 22 tahun lamanya sepak bola Indonesia puasa gelar.

Kembali dipercaya Indra untuk berlaga di Kualifikasi Piala AFC U-19 Grup G, Zulfiandi kembali jadi andalan pelatih asal Padang, Sumatra Barat, tersebut. Bersama Hagi, sapaan akrab Hargianto, dan Evan, sosok Zulfiandi memang tidak terlalu mencuri perhatian. Akan tetapi jika diteliti secara seksama, pemain berusia 18 tahun tersebut jadi sosok sentral pendukung Evan dalam memanjakan lini depan timnas U-19.

Zulfiandi pun tidak ragu, memberikan pujian kepada sosok Evan. Menurut gelandang PSSB Bireuen tersebut, Evan adalah rekan satu tim yang baik sekaligus panutan. Zulfiandi juga tidak ragu menyatakan, jika bermain di dekat kapten timnas U-19 tersebut, semuanya seakan menjadi yakin dengan kualitas dari masing-masing pemain itu sendiri.

"Saya akui, jika bermain bersama Evan kami bisa tampil bagus. Dia memang pemain yang bagus, secara individu dan juga secara tim. Saya senang bisa bermain dengannya, dalam menggalang lini tengah timnas U-19," ungkap Zulfiandi.

Sentranya sosok Zulfiandi, juga diakui Indra. Pelatih berusia 50 tahun tersebut menyatakan, jika Zulfiandi gelandang muda yang cukup komplit. Selain memiliki ketenangan dan visi bermain yang baik, pemain berdarah Aceh tersebut memiliki beberapa kelebihan.

"Dia (Zulfiandi), gelandang yang bagus. Salah satu kelebihan yang dimilikinya adalah, memiliki tendangan keras. Kemampuannya sangat dibutuhkan, jika tim mengalami kebuntuan dalam membongkar pertahanan lawan," tutur Indra. (Decky Irawan Jasri/Koran SI/min)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/10/11/51/880614/jadikan-evan-dimas-sebagai-panutan