Messi dari Indonesia Membubung Tinggi

FIFA menyoroti kiprah Andik Vermansyah (http://www.fifa.com/worldfootball/clubfootball/news/newsid=2209835.html?intcmp=fifacom_hp_module_news) di situsnya, Kamis (31/10/2013).

Dalam banyak hal, Indonesia yang menempati peringkat 162 dunia FIFA mungkin memiliki sedikit kesamaan dengan juara dunia dua kali Argentina untuk urusan sepakbola. Seperti Argentina, Indonesia memiliki rekam jejak luar biasa dengan memproduksi para bintang berukuran pendek.

Andi Ramang dan Bambang Pamungkas, untuk menyebut beberapa nama, telah
mempesona penonton di seluruh Asia, bahkan dunia, melalui permainan memukau dan keterampilan piawai meskipun perawakan fisik mereka kecil.

Dan belum lama ini, muncul bintang baru yang digembar-gemborkan di Asia Tenggara. Pemain  berusia 21 tahun, Andik Vermansyah, dengan tinggi 163cm, begitu mengesankan dalam peran menyerangnya untuk klub Persebaya Surabaya dan tim nasional Indonesia.

Dia telah disamakan dengan bintang Barcelona dan Argentina, Lionel Messi. Sebutan  sebagai 'Messi Indonesia' oleh pers lokal menjadi panggilan bagi Andik sampai sekarang. "Aku tidak tahu bagaimana nama panggilan saya itu muncul," kata Vermansyah dengan lugu kepada FIFA.com saat masa percobaannya di klub Jepang, Ventforet Kofu.

"Tapi jujur (sebutan) itu menempatkan banyak tekanan pada saya. Saya bukan Messi, Messi adalah pemain hebat. Saya masih harus bekerja lebih keras dan melakukan yang terbaik untuk menjadi pemain sepakbola yang lebih baik," sambung Andik.

Beckham Memuji
Kendati begitu, Andik bukan berarti kurang percaya diri. Sebaliknya, dia menunjukkan secara jelas apa yang dia mampu, setelah melihat karier bermainnya dalam tujuh tahun terakhir ini menghasilkan sederet prestasi yang patut ditiru.

Berasal dari Jember, Jawa Timur, Andik mengawali kiprahnya dari skuad muda Persebaya pada 2005. Tidak butuh waktu terlalu lama untuk muncul dalam kompetisi remaja lokal, dia membawa timnya merebut gelar liga remaja daerah, dua tahun kemudian.

Pada usia 17 dia lolos ke tim utama Persebaya, di situ Andik mencetak selusin gol selama 47 penampilan – sebuah rekor tidak terlalu buruk bagi pemain muda dan pendatang baru.

"Saat ini saya hanya berpikir untuk menjadi pemain sepakbola yang baik, pemain yang konsisten," katanya.

"Kekuatan utama saya adalah kecepatan saya, akselerasi saya di kecepatan, dan menggiring bola," si pemain kecil itu mengaku. Kemampuannya itu yang telah menjadi favorit para penggemar karena kelincahan, kecepatan dan kelihaiannya.

Bahkan, David Beckham menjadi satu di antara mereka yang memuji bakatnya. Setelah laga persahabatan antara Indonesia All-Star menghadapi Los Angeles Galaxy pada November 2011, di mana mantan kapten Inggris itu bertanding melawan Andik, Beckham bertukar kaus dengan anak muda itu.

Habis bertanding, Beckham mengambil waktu untuk berbicara dan mengucapkan selamat kepada Andik karena penampilannya. "Hal itu mendorong banyak berita dan laporan media. Alhamdulillah, setelah pertemuan itu saya menjadi semakin populer dan tentu saja kata-kata Beckham sangat mendorong kepercayaan diri saya," ucap Andik.

Ambisi Besar
Tahun itu, Andik direkrut oleh timnas U-21 Indonesia. Dan dia segera membuat gebrakan di turnamen internasional di Brunei pada 2012, mencetak gol lima kali yang membawa Indonesia junior menjadi runner-up dalam turnamen memperebutkan Hassanal Bolkiah Trophy diikuti sepuluh kesebelasan.

Andik melanjutkan kemajuannya sesudah itu, dipanggil oleh tim nasional senior di tahun yang sama. Dia meledak di AFF Suzuki Cup 2012, menjaringkan bola ke gawang untuk memenangkan pertandingan melawan tim yang akhirnya juara – Singapura – meskipun  Indonesia gagal lolos dari fase grup.

Dia tiba di Jepang awal bulan Oktober untuk melakukan percobaan dengan klub Ventforet. "Saya berharap bisa pindah ke J.League, meskipun itu tergantung pada Tuhan, dan manajer Ventforet yang memutuskan apakah saya akan dikontrak," pinta Andik.

"Ini adalah klub besar dan saya merasa disambut di sini. Tingkat permainan sepakbola cukup tinggi di Jepang, permainannya ketat dan kecepatan yang lebih cepat. Anda tidak punya banyak ruang untuk menggiring bola di sini seperti di Indonesia. Saya percaya saya akan membuat kemajuan besar jika saya bermain di sini," ujar dia.

Saat ditanya oleh reporter FIFA.com apakah dia memiliki ambisi mau melampaui duo legendaris, Ramang dan Pamungkas, dan menjadi pahlawan baru Indonesia, Andik hanya menjawab: "Ini bukan tujuan saya sekarang. Saat ini saya hanya berpikir untuk menjadi pemain sepakbola yang baik, pemain yang konsisten. Saya harap saya bisa menjadi pemain yang baik untuk jangka panjang seperti mereka." (acf)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/10/31/419/890244/messi-dari-indonesia-membubung-tinggi