Misi Sembilan Poin dari Timnas

JAKARTA – Misi besar jadi incaran tim nasional (timnas) senior Indonesia dilanjutan Pra Piala Asia (PPA) 2015 Grup C. Walau dipastikan tidak berjalan mudah, tim besutan Jacksen F Tiago tetap mencanangkan misi sembilan poin di tiga laga sisa timnas Garuda diajang tersebut.

Dari tiga laga awal Boaz Solossa dkk di PPA Grup C, memang baru satu angka yang mampu dikoleksi. Tumbang, 0-1, dari Irak, (6/2), dipermak Arab Saudi, 1-2, (23/3), dan terakhir menahan imbang China, 1-1, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, (15/10), adalah perjalanan timnas Garuda di tiga laga awal.

Baru mengoleksi satu angka, tentu tidak akan mudah bagi timnas Indonesia untuk bisa lolos ke putaran final. Akan tetapi, sikap pesimis dibuang jauh-jauh oleh Jacksen. Pelatih berpaspor Brasil tersebut menegaskan, jika dirinya dan seluruh awak timnas Garuda akan berjuang sampai titik darah penghabisan di tiga laga sisa PPA Grup C.

Dijamu Team Dragon, julukan timnas China, (15/11), dan menjalani partai kandang terakhir dengan menjamu Irak, (19/11), jadi dua misi terdekat yang wajib dimaksimalkan dengan baik. Adapun partai pamungkas yang akan dijalani adalah, dengan dijamu The Falcons, julukan Arab Saudi, 5 Maret 2014.

"Kami telah malakukan berbagai persiapan mulai dari tanggal 23 Oktober lalu. Sekarag kami sama-sama satukan misi. Dan kami dari pelatih menjelaskan ke pemain apa rencana kami kedepan untuk memcapai misi yang ingin didapat. Tapi yang pasti kami butuh dukungan penuh," ungkap Jacksen, saat mengelar jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin.

Keyakinan serupa juga disampaikan Ahmad Bustomi, soal peluang Indonesia di tiga laga sisa. Gelandang Mitra Kukar tersebut menegaskan, semua peluang masih terbuka untuk Indonesia bisa melaju ke putaran final Piala Asia. Soal kekuatan China yang jadi lawan terdekat, Bustomi melihat peluang untuk mendapatkan hasil lebih baik masih terbuka.

"Persiapan untuk laga kali ini cukup serius. Jika sebelumnya saat menjamu China secara persiapan kurang maksimal karena tidak ada uji coba. Tapi saat bertandang ke China, kami ada beberapa uji coba yang akan dijalani. Semoga ada manfaatnya. Karena kami juga sadar masih banyak kekuarangan," paparnya.

"Coach Jacksen sempat berkata kepada kami, jika kami memang tidak bisa menang di SUGBK. Akan tetapi, sepertinya tuhan berkehendak lain. Dan akan berikan kemenangan tersebut di tempat lain. Saat kami bermain di China, saya yakin seluruh rakyak Indonesia akan menyaksikan pertandingan tersebut di depan televisi. Dan akan berdoa untuk kami," lanjut Bustomi.

Bersiapan lebih matang untuk timnas Indonesia, memang sedang dirancang PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN). Sebelum bertandang ke China dan menjamu Irak, ada tiga uji coba yang sudah disiapkan. Uji coba pertama dengan menggelar laga pemanasan kontra Kirgistan di Jakarta, (1/11). Dua uji coba lain digelar di Korea Utara, dengan menghadapi dua klub lokal di negara tersebut.

"Kami tidak ingin kondisi pemain seperti diawal-awal laga awal kontra China. Dimana para pemain menjadi kaku dan cenderung lamban. Dengan adanya dua tiga uji coba sebelum dijamu China, saya yakin hasil yang akan kami dapat disana lebih bagus dari sebelumnya," papar pelatih berusia 45 tahun tersebut.

PSSI yang diwakili Sekertaris Jendral (Sekjen), Joko Driyono, juga menuturkan ras optimisnya dengan peluang Indonesia di PPA. Di tiga pertandingan terakhir, Joko menilai tidak ada opsi lain untuk timnas Indonesia selain berjuang sampai titik darah penghabisan.  

"Dari tiga pertandingan awal, semua mengkalkulasi betapa tpisnya peluang Indonesia lolos. Tapi PSSI, BTN, pemain, dan juga pelatih, telah bertekat untuk tidak menyerah. Disemua pertandingan terakhir, tidak ada opsi lain kecuali berjuang sampai titik darah penghabisan. Ini bukan persiapan sekedarnya, karena PSSI juga akan memberi dukungan penuh untuk semua perjuangan yang ada," papar Joko. (Decky Irawan Jasri/Koran SI/min)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/10/27/51/887740/misi-sembilan-poin-dari-timnas