Persegres: Pindah Tangan Yes, Pindah Kandang No

GRESIK - Masa depan Persegres Gresik United di liga unifikasi masih sangat buram. Upaya manajemen dan pemerintah kabupaten Gresik mendekati investor, salah satunya pengusaha yang pernah mencetuskan Liga Primer Indonesia (LPI) Arifin Panigoro, juga belum mendapat titik terang.

Walau begitu, suporter Persegres Ultrasmania sudah memberikan warning kepada manajemen terkait pencarian penyandang dana. Suporter memberi lampu hijau kepada siapa saja untuk mengelola Persegres, tapi tidak akan membiarkan Persegres berpindah kandang ke luar Gresik.

Sikap suporter Ultrasmania tersebut merupakan fenomena yang sangat biasa di persepakbolaan Indonesia. Ketika beredar rumor masuknya investor, mereka selalu khawatir timnya bakal diboyong ke kota lain. Ini juga sempat dirasakan Arema Cronous musim lalu dan Persik Kediri.

Ultrasmania menyatakan Laskar Joko Samudro sudah menjadi kebanggaan masyarakat Gresik dan sebisa mungkin harus dipertahankan. "Paling tidak harus ada klub profesional di Gresik. Kami jelas tidak akan membiarkan Persegres dibawa ke kota lain," ucap Ludiono, Ketua Umum Ultrasmania.

Dia menyadari kesulitan manajemen memodali Persegres dan memunculkan langkah mencari investor. Ludiono berharap manajemen dan pemerintah Gresik memiliki daya tawar tinggi sehingga Laskar Joko Samudro tetap berhabitat di Stadion Petrokimia Putra.

Siapa pun yang menjadi investor, suporter tidak akan keberatan sejauh bisa memberikan solusi terhadap krisis finansial klub. "Negosiasi harus bagus dan tetap berorientasi pada eksistensi Persegres di Gresik. Percuma kalau ada investor tapi Persegres diboyong ke kota lain," tambahnya.

Sebelumnya Bupati Gresik Sambari Halim menyatakan pihaknya merestui dilelangnya pengelolaan Persegres yang tengah mengalami kesulitan keuangan. Pemerintah setempat juga bakal membantu proses negosiasi dengan sejumlah pihak yang dianggap potensial menjadi investor.

Pengusaha Arifin Panigoro menjadi salah satu pilihan untuk mengajukan proposal pengelolaan Persegres. Tapi belum diketahui pasti sejauh mana pembicaraan Persegres dengan Arifin. Yang jelas belum ada kabar positif soal pendekatan ke bos Medco tersebut.

Kondisi Persegres sangat kontras dengan musim lalu. Pada Indonesia Super League (ISL) 2012-1013, tim yang dikelola PT Persegres Joko Samudro tersebut menghabiskan Rp30 miliar untuk membangun tim bergengsi dengan mendatangkan Aldo Baretto dan pemain kelas atas lainnya.

Sayang setelah itu Persegres gembos dan tidak memiliki dana untuk memodali tim menuju liga unifikasi 2014. Opsi menjual pengelolaan ke investor pun menjadi langkah instan karena menggali dana dari sponsor sudah tidak menjamin bisa mendapatkan dana besar. (Kukuh Setiawan/Koran SI/acf)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/10/31/49/890232/persegres-pindah-tangan-yes-pindah-kandang-no