Tim Garuda Tetap Butuh Dukungan

JAKARTA – Indonesia akan menghadapi China dalam pertandingan kualifikasi Piala Asia 2014. Dalam pertandingan ini, Tim nasional (Timnas) Indonesia tidak bisa dihadiri penonton karena sedang terkena hukuman.

Bukan hal yang mudah bagi tim nasional Indonesia Garuda untuk menaklukan wilayah Asia. Sepak terjangnya pada Piala Asia selama 17 tahun hanya menorehkan beberapa kemenangan yang terekam di benak masyarakat Indonesia.

Kebanggaan pertama diberikan saat pertama kalinya timnas Indonesia bergabung di tahun 1996, pertama kali pula lolos dari babak kualifikasi dan berhasil masuk ke putaran final. Namun laga tim kesayangan Indonesia tersebut harus terhenti karena mengalami kekalahan atas Korea Selatan dan UAE.

Barulah pada putaran final Piala Asia 2007 lalu, Indonesia mampu menunjukkan performa terbaiknya. Menang atas Bahrain dan kalah tipis menghadapi raksasa Asia seperti Arab Saudi dan Korea Selatan menunjukkan kekuatan timnas yang sebenarnya di hadapan masyarakat Indonesia.

"Kita sebagai pendukung setia tim Garuda tentunya menginginkan hasil yang terbaik. Namun dukungan kami tidak terbatas hanya pada sebuah kemenangan. Dari rekam jejak timnas Indonesia kita dapat melihat bahwa di setiap langkahnya teriring harapan dan dukungan segenap masyarakat," kata Susi Bong, Senior Brand Manager CLEAR yang dengan bangga mempersembahkan gerakan Ayo! Indonesia Bisa, sebuah ajakan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk dapat menyatukan dukungan bagi para atlet sepakbola tanah air dalam meraih prestasi.

Prestasi tim nasional Indonesia di kancah Piala Asia memang belum menyaingi Thailand atau Vietnam. Namun harapan untuk menjadi juara tidak pernah padam dan semakin besar menjelang pertandingan kualifikasi Piala Asia 2015 melawan Cina nanti. Ahmad Bustomi optimis melawan China.

"Walaupun nanti kami harus bermain tanpa suporter di lapangan, namun kami tetap semangat untuk terus berprestasi memberikan performa terbaik saat melawan China. Dukungan masyarakat tidak harus berupa kehadiran mereka di stadion, namun semangat mereka tetap bisa kami rasakan saat bertanding," ungkap Bustomi.

Dukungan segenap rakyat Indonesia yang luar biasa memang dapat membakar semangat bertanding para atlet, namun harus diakui bahwa ada banyak hal yang harus dilakukan untuk menekuk perlawanan musuh di lapangan hijau.

"Kami tentu membutuhkan persiapan untuk membentuk tim yang matang dan solid. Pelatihan untuk membantu kami mengembangkan teknik bermain, fisik, maupun mentalitas," kata Andik Vermansyah yang pertama kalinya bermain di laga Piala Asia sejak melawan Irak.
(hmr)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/10/14/51/881613/tim-garuda-tetap-butuh-dukungan