Maung Bandung Tak Banyak Ubah Skema

BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Djadjang 'Djanur' Nurdjaman, mengaku tidak akan mengubah gaya permainan tim asuhannya musim depan. Di tahun keduanya bersama Pangeran Biru nanti, skema bola-bola pendek yang dipadukan dengan kecepatan masih menjadi andalan pelatih berdarah Sunda ini.
 
Pada Indonesia Super League (ISL) 2013, Persib selalu mengutamakan umpan datar jarak dekat dalam menyusun serangan. Kecepatan yang dimiliki beberapa pemain betul-betul dimanfaatkan Djanur. Sebut saja kombinasi M Ridwan dan Supardi di sektor kanan penyerangan Persib, dan Kenji Adachihara yang diplot sebagai pemecah konsentrasi pertahanan lawan.
 
Gaya bermain seperti ini berbeda dengan skuad Persib pada kompetisi musim 2012, sebelum Djanur masuk sebagai pelatih kepala. Saat itu, Pangeran Biru lebih banyak memeragakan umpan lambung jarak jauh dalam menginisiasi serangan.
 
"Dari gaya bermain, Persib musim depan tidak akan berbeda jauh dengan musim lalu. Hanya saja dengan beberapa pergantian dan penambahan pemain, saya berharap hasil yang dicapai bisa lebih baik lagi," ucap mantan asisten Rahmad Darmawan ini.
 
Djanur pun diprediksi masih setia dengan formasi 4-3-3. Pola tersebut memang menjadi andalan pelatih yang pernah mengantarkan Pelita Jaya U21 meraih gelar juara ini. Kalaupun terdapat perubahan komposisi pemain di lapangan, Djanur sering kali hanya menggeser formasi Persib menjadi 4-2-3-1.
 
Penggunaan dua gelandang bertahan dalam pola tersebut, dikatakan sang pelatih bisa memudahkan kinerja sektor pertahanan. Formasi itu pun bisa cepat kembali ke 4-3-3 saat Pangeran Biru balik menyusun serangan.
 
"Tapi dalam hal formasi, saya tidak mau berpatokan pada satu saja. Akan ada beberapa variasi yang saya terapkan, meski tidak terlalu jauh dari formasi awal," kata Djanur.
 
Dia berharap, gaya bermain skuad Persib yang semakin matang bisa mengantarkan tim ini meraih prestasi lebih baik. Namun, Djanur menyadari hal itu tidak mudah jika melihat persaingan ketat di musim depan. Beberapa tim yang kerap menjadi hadangan bagi Pangeran Biru di ISL 2013, diprediksi masih memiliki kekuatan besar di kompetisi musim depan. Sang pelatih kepala menyebut Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, dan tim asal Malang, Arema sebagai kesebelasan yang paling diwaspadai.
 
Beban persaingan pun bertambah dengan hadirnya empat tim asal Indonesia Premiere League (IPL). "Dari IPL, Semen Padang juga kuat," kata Djanur.
 
Meski begitu, dia enggan terlalu memikirkan kekuatan tim lawan. Saat kompetisi bergulir, ucap Djanur, semua peserta kompetisi memiliki kans yang sama untuk saling mengalahkan. Karena itu, tidak ada satu pun kesebelasan yang patut dipandang remeh oleh Sergio van Dijk dkk.
 
"Semua tim harus diwaspadai kalau sudah masuk kompetisi. Musim kemarin pun tidak ada klub yang selalu kalah telak. Kalaupun ada, PSPS Pekanbaru, itu lebih karena kondisi internal mereka," pungkasnya.
(Gugum Rachmat/Koran SI/hmr)


source : http://bola.okezone.com/read/2013/11/04/49/891388/maung-bandung-tak-banyak-ubah-skema